Tuesday, 20 August 2019 | Login
Koran Buruh

Koran Buruh

Rejang Lebong | Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia Ke-74, Ribuan orang menggelar upacara sekaligus pengibaran bendera merah putih berukuran raksasa di Obyek Wisata Bukit Kaba.

Kali ini bendera berukuran 30 x 15 meter ini, dikibarkan oleh Organisasi Sapta Marga Pecinta Alam (SAPATA) SMAN 4 Rejang Lebong.

Ketua umum SAPATA Pandu Wijaya mengatakan, kegiatan yang digelar, Sabtu (17/8/2019) ini untuk memeriahkan HUT RI Ke-74 dengan cara yang berbeda dan juga sebagai ajang pengenalan Wisata ke luar daerah.

“Karena cara kita merayakan kemerdekaan bisa dengan berbagai macam, kali ini kami kibarkan bendera besar ini dipuncak Gunung Kaba Kabupaten Rejang Lebong,” ujarnya.

Disisi lain, Jepri sebagai pengunjung Bukit Kaba dan sekaligus peserta upacara menyampaikan apresiasi yang sangat baik kepada para pemuda tersebut.

“Saya sangat kagum dengan semangat juang para pemuda ini, dimana mereka rela membawa bendera sebesar itu untuk dibawa ke gunung, menurut saya bendera itu juga memiliki beban yang lumayan berat. Saya saja yang dari Palembang mengetahui akan ada pengibaran bendera raksasa di Bukit kaba langsung berminat untuk melihat langsung bagaimana kegiatan acaranya,” ungkapnya.

Pengibaran yang tepatnya dilakukan diareal bukit gajah ini diikuti oleh kurang lebih 7.000 peserta dari gabungan pecinta alam maupun pendaki lainnya. (rl)

Bengkulu | Animo masyarakat mengikuti maupun menyaksikan perlombaan panjat pinang yang digagas oleh Pemerintah (Pemprov) Bengkulu, bertempat dilapangan pantai Berkas Kota Bengkulu, Minggu (18/8) siang. Untuk diketahui, perlombaan panjat pinang ini dibuka untuk umum dengan jumlah pohon pinang sekitar 50 batang.

Berbagai hadiah menarik dipersembahkan oleh sponsor, dengan rincian total hadiah hingga mencapai sebesar 3 juta rupiah.

Dalam kesempatannya, Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah yang turut hadir memeriahkan acara tersebut mengaku sangat senang, bahkan beliau berharap perlombaan seperti ini dapat digelar secara rutin disetiap tahunnya.

Selain itu, Gubernur juga menjelaskan makna dari pada panjat pohon pinang tersebut.

"Panjangnya pohon pinang menggambarkan panjangnya perjuangan Bangsa Indonesia untuk mendapatkan kemerdekaan. Pohon yang dilapisi dengan oli agar licin adalah gambaran rintangan dari penjajah yang menjajah Bangsa Indonesia," jelasnya.

"Perjuangan para peserta untuk mendapatkan hadiah dipuncak menggambarkan suatu perjuangan Bangsa Indonesia untuk mendapatkan kemerdekaan dan hidup yang layak. Terakhir hadiah yang ada di puncak pohon pinang adalah sebuah kemerdekaan yang sangat dinanti Bangsa Indonesia," ujarnya.

Gubernur berharap, dengan adanya lomba panjat pinang semangat kemerdekaan tetap membara di hati masyarakat Indonesia.

"Perjuangan belum berhenti, kita harus selalu berusaha untuk menjaga Indonesia agar tetap merdeka. Semoga tahun berikutnya acara ini akan ada dan akan lebih meriah lagi kita buat,” pungkasnya.

Turut hadir mendampingi Gubernur Bengkulu, Sekdaprov, Kapolda, Danlanan, Danrem, Direktur Bank Bengkulu, pejabat dan ASN Pemprov Bengkulu. (Red)

Lombok Timur | Rasa duka keluarga dan masyarakat Dusun Selawing Desa Sakra Selatan Kecamatan Sakra Lombok Timur didampingi Dandim 1615/Lotim Letkol Inf Agus Prihanto Donny mengiringi penyambutan jenazah Almarhum Praka Anumerta Sirwandi M. Zahidillah di rumah duka, Senin (19/8).

Jenazah Almarhum diantar oleh Kasrem 162/WB Letnan Kolonel Inf Endarwan Yansori bersama rombongan dan secara khusus Almarhum diantar oleh Danyonif RK 751/VJS Mayor Inf Rofi Irwansyah dan Danki D Yonif RK 751/VJS Lettu Inf Rizhal Shanda Santoso.

Wajah kedua orang tua Almarhum bersama keluarga menyambut jenazah dan melihat wajah putra pertamanya dengan lapang dada dan ikhlas atas kepergian putranya menghadap Illahi sebagai pahlawan kusuma bangsa.

Seusai penerimaan jenazah, pihak keluarga bersama rombongan membawa jezanah Almarhum ke Masjid Miftahul Jannah Dusun Selawing untuk melaksanakan sholat jenazah yang kemudian dilanjutkan dengan pemakaman di tempat pemakaman umum Dusun setempat dengan Inspektur Upacara Kasrem 162/WB.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Bupati Lotim Drs. H. Sukiman Azmy, MM., Kasdim 1615/Lotim Wakapolres Lotim berserta seluruh Perwira Kodim dan Polres Lotim.

Lombok Tengah | Kepala Staf Korem 162/WB Letnan Kolonel Inf Endarwan Yansori bertindak sebagai inspektur upacara penerimaan jenazah Alm. Pratu Sirwandi M. Zahidillah di Bandara Lombok International Airport Lombok Tengah, Senin (19/8).

Jenazah Alm. Praka Anumerta Sirwandi M. Zahidillah didampingi Sekaligus menyerahkan Jenazah Danyonif RK 751/VJS Mayor Inf Rofi Irwansyah dan Danki D Yonif RK 751/VJS Lettu Inf Rizhal Shanda Santoso tiba di Bandara LIA menggunakan pesawat Lion Air JT-841 rute Upg-Lop sekitar pukul 09.30 Wita dan disambut Kasrem 162/WB, Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansya, SE. MSc., beserta Wakil Gubernur, Wakapolda NTB, Dandim 1620/Loteng, Danyonif 742/SWY, para Kasi Korem dan para personel Korem dan jajaran.

Sebelumnya, putra terbaik asal Dusun Selawing Desa Sakra Selatan Kecamatan Sakra Lombok Timur Nusa Tenggara Barat berdinas di Yonif 751/VJS gugur dalam melaksanakan satgas Pamrahwan Yonif RK 751/VJS di Distrik Mbua Kabupaten Nduga Papua.

Praka Anumerta Sirwandi M. Zahidillah gugur tertembak oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) kelompok Egianus Kogoya di Kilometer 39 Jalan Trans Wamena-Habema Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua pada Jum'at tanggal 16 Agustus 2019 dibagian pinggang setelah mendapat perawatan intensif di ICU RSUD Wamena.

Dalam wawancaranya dengan awak media, Kasrem 162/WB mengatakan almarhum merupakan salah satu putra terbaik TNI AD yang gugur dimedan tugas sebagai kusuma bangsa. "Kami bangga memiliki keluarga, saudara seperti almarhum ini yang rela mengorbankan hidupnya demi bangsa dan negara," ujar Kasrem.

Dikatakannya, kami atas nama Keluarga besar Korem 162/WB serta jajara, kami turut berduka cita dan berbela sungkawa, semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, ketabahan dan keikhlasan.

Selain itu, Kasrem 162/WB juga berharap dan berdoa agar segala amal ibadah Almarhum diterima oleh Allah SWT dan diberikan tempat yang terbaik sebagai pahlawan kusuma bangsa.

Setelah upacara penerimaan, jenazah Alm. Praka Anumerta Sirwandi M. Zahidillah diberangkatkan ke rumah duka menggunakan ambulance Mataram dan mendapat pengawalan Denpom Mataram bersama rombongan.[Ach]

Jkarta | Aisyah Rahmawati, Paskibraka Nasional 2019 asal SMA Negeri 3 Seluma Provinsi Bengkulu, mendapat tugas istimewa untuk menyerahkan Bendera Pusaka kepada Inspektur Upacara Presiden RI Joko Widodo di Istana Merdeka dalam upacara penurunan Bendara Sabtu sore.

Sebelumnya tak terhitung sudah berapa banyak kesempatan yang Aisyah dapatkan menjadi pembawa baki, selama sesi latihan yang digelar di Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga milik Kementerian Pemuda dan Olahraga di Cibubur, Jakarta Timur.

Selama Diklat Paskibraka 2019, Aisyah boleh dibilang sebagai sosok yang tidak banyak bicara. Kepada sejumlah awak media, sebelumnya Aisyah sempat bercerita memiliki cita-cita, untuk menjadi salah seorang personel Polri wanita atau Polwan.

Sementara itu, di kediamannya di Desah Rena Panjang Kecamatan Lubuk Sandi, sudah banyak sanak saudara yang berkumpul, untuk menyaksikan bersama-sama siaran langsung upacara penurunan Bendera pada sabtu sore di Istana Negara.

Gadis kelahiran di desa Rena Panjang kecamatan Lubuk Sandi Kabupaten Seluma pada 2 April 2003 lalu ini, berhasil mencapai prestasi yang bahkan melebihi sang kakak.

Siswi berparas cantik kelas X IPA SMAN 3 seluma ini, merupakan anak ketiga buah hati pasangan Faturahman yang berasal dari Bandarjaya Lampung Tengah, dengan Suarni yang merupakan warga asli Desa Rena Panjang.

Aisyah Rahmawati sejak dibangku SMP, mengaku sudah jatuh cinta mengikuti ekstrakurikuler Paskibra. Aisyah tercatat aktif sebagai anggota pramuka, yang juga menorehkan prestasi dengan mengikuti Jambore Daerah pada 2016 lalu. Tak hanya itu, siswi cantik ini juga meruapkan atlet bola basket pada Popda tahun 2017 lalu.

Saturday, 17 August 2019 00:00

Paripurna Mendengarkan Pidato Kenegaraan

Bengkulu | Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menghadiri paripurna dengan agenda mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Ke-74 Repubik Indonesia Tahun 2019 Pada Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, bertempat di Gedung DPRD Provinsi Bengkulu. Jumat (16/8).

Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Oesman Sapta Odang, dalam pidatonya menyampaikan bahwa salah satunya DPD RI mendukung rencana Presidan RI Joko Widodo untuk memindahkan Ibu Kota ke Pulau Kalimantan.

Selain itu, beliau juga menyampaikan untuk mensejahterakan rakyat terkhusus dengan mata pencaharian petani dengan menghentikan banyaknya aktifitas import.

"Stop import, import, import!" Tegasnya.

Pada saat menyampaikan pidato kenegaraannya, Presiden RI Joko Widodo tampak berbeda dari peserta rapat lainnya, yakni Presidan RI mengenakan pakaian adat Sasak Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Presiden Joko Widodo salah satunya menyampaikan permohonan izinnya kepada seluruh masyarakat Indonesia, untuk memindahkan Ibu Kota Negara ke Pulau Kalimantan, dimana dengan penuh pertimbangan-pertimbangan demi kebaikan Dan masa depan Negara Indonesia.

"Saya mohon izin kepada seluruh masyarakat Indonesia, mohon izin untuk memindahkan Ibu Kota kita ke Pulau Kalimantan," sampainya.

Tampak hadir pada agenda ini FKPD Provinsi Bengkulu, Ketua DPRD Provinsi Bengkulu Ikhsan Fajri, Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Nopian Andusti, Kepala OPD di lingkungan Pemprov Bengkulu, tamu undangan serta Investor asal India yang juga turut hadir. (Red)

Mataram -| Korem 162/WB menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke 74 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2019 dengan Inspektur Upacara Kepala Staf Korem 162/WB Letnan Kolonel Inf Endarwan Yansori di lapangan Yonif 742/SWY Lingkungan Sapta Marga Asrama Gebang Mataram, Sabtu (17/8).

Upacara yang diikuti seluruh personel Korem 162/WB dan jajaran se Garnizun Mataram tersebut berlangsung penuh khidmat dan aman dan lancar.

Seusai pembacaan teks proklamasi dan Pembukaan UUD 1945, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP., dalam amanatnya yang dibacakan Inspektur Upacara menyampaikan kemerdekaan dan kebebasan yang dirasakan ini merupakan warisan dan amanah dari para pahlawan bangsa dan para pendahulu yang telah berjuang dan mengorbankan jiwa raga demi Proklamasi Kemerdekaan.

"Bagi TNI Angkatan Darat, kemerdekaan adalah refleksi dari kedaulatan bangsa yang dijamin dan dijaga oleh para pengawalnya, yaitu para Prajurit bersama komponen bangsa lainnya. Para prajurit yang ada di perbatasan, di daerah konflik, di wilayah terpencil, di pedesaan, di kota-kota, dan di luar negeri, dengan segenap kemampuan dan pengorbanannya adalah alasan sehingga bangsa kita masih tegak berdiri, berdaulat, dan dihormati di dunia," tegas Pangdam.

Oleh karena itu, lanjutnya, selaku Pangdam IX/Udayana dan pribadi menyampaikan terima kasih serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada saudara-saudara semua, para prajurit, dan PNS TNI AD beserta keluarganya, lebih khusus lagi kepada mereka yang telah berkorban jiwa raga, terluka dan gugur demi tugas negara.

Menurutnya, peringatan Hari Proklamasi tahun ini mengusung tema “SDM Unggul Indonesia Maju,” menunjukkan bahwa keunggulan Sumber Daya Manusia adalah modal utama untuk menghadapi tantangan dan meraih peluang untuk maju.

"Mari kita wujudkan tekad tersebut dengan meningkatkan profesionalisme, kinerja, dan dedikasi di bidang tugas kita masing-masing, sebagai sumbangsih untuk kemajuan bangsa dan negara yang kita cintai bersama," tutupnya.

Sementara Kepala Penerangan Korem 162/WB Mayor Inf Dahlan, S.Sos., di lokasi menyampaikan kegiatan peringatan detik-detik HUT ke 74 Kemerdekaan RI ini dilaksanakan diseluruh satuan jajaran Korem 162/WB dengan Inspektur Upacara para Komandan Kodim di satuan masing-masing.

"Semoga apa yang sudah kita perbuat bersama-sama dalam menjaga kedaulatan NKRI mendapat ridho dari Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa sehingga Indonesia tetap berdiri kokoh ditengah-tengah hiruk pikuk persaingan global," pungkasnya,

Upacara peringatan detik-detik Proklamasi HUT ke 74 Kemerdekaan RI tahun 2019 dipusatkan di Kantor Gubernur NTB dan di kantor Kabupaten Kota masing-masing se Provinsi NTB.

Bengkulu | Pemerintah Kota Bengkulu menggadakan makan akbar 1000 Nasi Kebuli di Masjid Agung At-Taqwa, Jumat (16/8/2019). Kegiatan ini merupakan bentuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 Tahun.

Masyarakat yang hadir terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut.

Pantauan wartawan media ini, Walikota Bengkulu Helmi Hasan terlihat turun langsung untuk menyajikan nasi kebuli didalam nampan tersebut.

Sembari membagikan nampan yang berisikan nasi kebuli tersebut, Walikota sempat mengatakan bahwa jangan sampai masyarakat yang hadir sampai tidak kebagian.

“Silahkan dinikmati, Insya Allah berkah karena dimasak dengan cita rasa hidayah, nikmati makan bersama saudara dalam senampan agar terjalin rasa persatuan. Jangan sampai tidak ada yang kebagian,” ujar Walikota Bengkulu Helmi Hasan.

Usai memastikan semua yang hadir sudah kebagian nasi kebuli tersebut, lalu kemudian Walikota barulah ikut duduk untuk makan bersama. (Red)

Merdeka!!!. Itulah kata - kata yang sering  kita dengarkan di bulan Agustus,  karena memang Tanggal 17 Agustus merupakan moment bersejarah bagi rakyat Indonesia karena hari tersebut adalah Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Tanggal 17 Agustus 1945, Soekarno-Hatta atas nama bangsa Indonesia telah memproklamirkan kemerdekaan Negara Indonesia. Dan tahun ini sudah 74 tahun berlalu sejak peristiwa itu. Satu pertanyaan besar "Sudahkah rakyat Indonesia merasakan nikmatnya kemerdekaan?, Lebih khusus lagi Sudahkah buruh Indonesia merasakan nikmatnya kemerdekaan ?

Kalau dulu para  the founding fathers atau pendiri bangsa ini, para Pahlawan negeri ini sudah berkorban jiwa dan raga melepaskan belenggu penjajahan selama 350 tahun, agar bangsa ini merdeka, agar rakyat Indonesia lebih sejahtera sehingga kita hari ini sebagai generasi sesudah mereka bisa mengisi nikmat kemerdekaan sesuai harapan mereka.

Namun bila di ibaratkan dengan buah, bukan bagian kulit dan bukan bagian biji, tetapi isi yang sangat nikmat untuk dirasakan. Begitu juga dengan kemerdekaan,  tentunya nikmat itu tidak sebatas lahir atau fisik semata,  Kalau hanya menikmati keberhasilan infrastruktur suatu bangsa, sedangkan dari sisi kesejahteraan dan kehidupan yang layak belum terpenuhi, maka kemerdekaan itu hanyalah kemerdekaan lahir dan belum sempurna. Kemerdekaan yang hanya kamuflase belaka.

Dulu para buruh dipaksa bekerja hanya diberi makan tapi tidak diberi upah, kini masih banyak para buruh bekerja walau sudah diberi upah tapi tidak cukup untuk makan... Apakah itu merdeka ?

Kembali kedalam judul diatas. Hakikat adalah “isi”,  Mengisi (yang berkata dasar “isi”) kemerdekaan haruslah dengan sesuatu yang ber-“isi” pula. “Isi” adalah sesuatu yang berada di dalam. Jadi, mengisi kemerdekaan haruslah dapat memahami dan memaknai kemerdekaan secara hakiki, secara mendalam, tidak setengah-setengah. Pengisi kemerdekaan haruslah memiliki kemerdekaan secara hakikat. Kalau tidak, maka tidak akan mampu dan tidak akan dapat mengisi kemerdekaan dengan sebenar-benarnya. Hanya seolah-olah berbuat sesuatu mengisi kemerdekaan, namun sesungguhnya hanya dalam kesemuan belaka.

Bukankah arti kata "merdeka" adalah  terbebas dari segala bentuk penindasan dan perbudakan, namun hari ini kata "merdeka" lebih pas bila disematkan ke pengusaha atau penguasa sementara bagi kaum buruh kata "merdeka" hanya sebuah simbol untuk menutupi keberadaan buruh yang sebenarnya. 

Karena sampai saat ini "buruh" tidak pernah merasakan hak-haknya secara utuh bahkan para pengusaha secara terang-terangan tidak melaksanakan "kewajibannya" yang sudah diatur dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan

Mengapa harus ada pengawas ketenagakerjaan kalau segala kewajiban untuk pengusaha ditunaikan, mengapa masih banyak aksi-aksi mogok kerja yang disebabkan tidak diberikannya hak-hak buruh padahal itu hak normatif.

Sekali lagi sebuah pertanyaan untuk buruh Indonesia "Sudahkan nikmat kemerdekaan dirasakan oleh buruh Indonesia ?, merdeka secara nyata bukan merdeka dalam kata.

Selamat berjuang untuk kaum buruh Indonesia... Memperjuangkan hak-hak buruh yang belum sejahtera, memperjuangkan kehidupan yang layak dialam negeri yang katanya merdeka..

Semoga kelak merdeka untuk buruh Indonesia bukan hanya sekedar kata tapi juga menjadi nyata.

By : Tons
Media FSPKEP

Mataram | Kepala Staf Korem 162/WB Letnan Kolonel Inf Endarwan Yansori didampingi Kasiter Letkol Inf Budiono dan Kapenrem Mayor Inf Dahlan, S.Sos., dan para pasi Korem menerima perwakilan siswa-siswi SMK Sederajat dan SLB dari Provinsi Bengkulu di Makorem 162/WB jalan Lingkar Selatan nomor 162 Mataram, Kamis (15/8).

Kehadiran 46 orang siswa-siswi SMK dan SLB Provinsi Bengkulu bersama para guru pendamping dan perwakilan Dinas Dikbud Provinsi Bengkulu tersebut di Makorem dalam rangka menanamkan jiwa nasionalisme, patriotisme dan cinta tanah air dengan program siswa mengenal nusantara.

Kasrem 162/WB dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada Ketua tim dan rombongan berserta adik-adik siswa generasi muda penerus bangsa di Makorem 162/WB.

Menurutnya, kegiatan semacam ini sangat bagus dan positif dalam rangka menumbuhkan rasa kecintaan kepada tanah air, bangsa dan negara. "Melalui kegiatan yang bermanfaat ini, adik-adik siswa-siswi semaksimal mungkin dapat berinteraksi, bersilaturrahmi dan menggali nilai-nilai kearifan lokal yang ada di Pulau Lombok untuk diterapkan dalam praktek kehidupan sehari-hari," ungkap pria yang juga kelahiran Bengkulu tersebut.

Saya sebagai putra kelahiran Bengkulu, sambung mantan Dandim 1604/Kupang tersebut, juga memiliki kebanggaan tersendiri menyambut adik-adik siswa-siswi dan berharap agar terus belajar dan belajar serta berlatih untuk menjadi pribadi yang berkarakter sebagai pemimpin-pemimpin bangsa yang akan datang.

Sedangkan Ketua rombongan Erik Yulian hidayat dari Kepla UPT Pengembangan Pendidikan dan Kejuruan Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu mengucapkan terimakasih atas sambutannya yang sangat baik dari Korem 162/WB kepada para siswa-siswi dan rombongan program siswa mengenal nusantara. Selain itu, kata Erik sapaan akrabnya, pihaknya merasa senang dan bangga berada di NTB dan Korem 162/WB serta berharap agar diberikan pencerahan.

"Kami berharap agar diberikan pencerahan kepada para siswa-siswi karena mereka sebagai generasi penerus cita-cita bangsa kedepan," tutupnya.

Program Siswa Mengenal Nusantara tersebut bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi NTB yang akan dilaksanakan selama tiga hari kedepan dengan berbagai macam materi antara lain wawasan kebangsaan, bedah buku Diary SMN, pengetahuan senjata ringan, Outbound, Dirgantara dari TNI AU, Joy Sailing dari TNI AL dan renungan suci.[Ach]

Page 1 of 23