Monday, 16 September 2019 | Login
Belra MTS Meliala

Belra MTS Meliala

Wednesday, 13 April 2016 00:00

Gubernur NTB mendukung RUU Pertembakauan

Koran Buruh, NTB. Pengurus Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), terdiri dari H.Parmuji (Ketua Umum), Wisnu Brata (Wakil Ketua), Syafrudin (Sekjend), beserta Ketua APTI NTB, bersilaturrahim dengan Gubernur NTB. Kehadiran ketua APTI bersama rombongan selain dimaksudkan untuk silaturrahim, pengurus juga memohon dukungan Gubernur NTB, Dr.TGH.M.Zainul Majdi, atas Rancangan Undang-Undang (RUU) Pertembakauan yang masuk daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2013, yang hingga kini, belum dibahas. Badan Legislasi DPR masih meminta masukan dari berbagai pihak, oleh karena itu menurut ketua umum APTI, H.Parmuji dukungan Gubernur NTB selaku Kepala Daerah sentra penghasil tembakau nomor 3 di Indonesia, sangat penting. Ia berharap, RUU ini secepatnya dapat disahkan sebagai Undang-Undang (UU), agar dapat menjadi pelindung dan berpihak kepada kesejahteraan petani tembakau lokal.

Selama ini belum ada kebijakan khusus tentang impor tembakau, padahal perihal impor tembakau sangat memerlukan batasan yang jelas.” Dengan tidak adanya pengaturan soal kegiatan impor tembakau, dan bea cukai terhadap tembakau impor, maka pembelian tembakau dari luar negeri menjadi tidak terkendali, sehingga ujungnya merugikan bagi petani. Kalau tidak ada pengaturan, tidak ada perbedaan perlakuan tembakau lokal dan impor, dapat mengakibatkan produksi rokok tidak terkendali juga, ujar Ketua APTI saat bertemu Gubernur NTB di ruang kerjanya, Senin (11/4/2016) pagi.

Gubernur yang pada kesempatan itu didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol, H.Yusron Hadi menyambut baik dan menghargai segala upaya yang ditempuh APTI, selaku organisasi pertembakauan. “Organisasi ini sangat baik sebagai wadah untuk menyuarakan secara utuh kepentingan para petani tembakau,” tuturnya.

Namun demikian, Ia menyadari masalah tembakau sama halnya dengan masalah produk lainnya yang memerlukan dukungan pemerintah daerah, baik pendanaan maupun regulasi.“Untuk itu kita harus pandai memproteksi diri, pesan Gubernur. Dalam hal ini, menurut Gubernur, posisi pemerintah harus berpihak kepada petani tembakau dan industri turunannya. Untuk itu, terhadap RUU tembakau, Gubernur sangat mendukung agar RUU pertembakauan ini segera dituntaskan guna menjamin kesejahteraan para petani tembakau lokal dan tentu mengajak seluruh pihak untuk mengamankan serta mengawal agar prosesnya bisa berjalan lancar, karena sangat sesuai dengan kondisi pertembakauan di tanah air.

Sebagai bentuk dukungannya atas RUU ini, Gubernur menugaskan Kepala Dinas Perkebunan Budi Subagio yang saat itu juga hadir, untuk segera bersurat kepada Presiden RI, Joko Widodo dan Menteri Perindustrian dan Perdagangan untuk menyampaikan dukungan terhadap percepatan pembahasan RUU pertembakauan. Dan yang kedua, Gubernur juga akan bersurat ke Menteri Keuangan terkait dengan pengenaan tarif cukai tembakau impor untuk melindungi produk tembakau lokal. Pada bagian lain, Gubernur juga berharap agar alokasi dana cukai tembakau yang diterima daerah selama ini agar makin tahun makin teralokasikan lebih besar ke petani tembakau, untuk peningkatan produksi dan kualitas produk tembakau.

Intinya, Gubernur berharap semua masalah bisa diselesaikan dengan substansi yang memihak kepada petani.”Dibalik masalah ini, ada masa depan para petani yang harus diperjuangkan untuk dapat menghidupi keluarganya, pungkas Gubernur.

Biro Humas dan Protokol Setda Prov. NTB

Koran Buruh, Jakarta. Ia menyinggung selama ini jurnalis ini jago membicarakan nasib buruh dan hubungan industrial yang dialami buruh lain melalui karya jurnalistiknya. “Saatnya membicarakan nasib sendiri agar kesejahteraan wartawan juga lebih baik,” kata Hanif Dhakiri kepada sekitar 60 jurnalis dan undangan yang hadir di Hall Stasiun Gambir, Jakarta, Rabu (23/3).

Di saat dunia industri terus berkembang, termasuk di media, ia menekan agar terbangun hubungan kerja yang saling menguntungkan. “Apapun model bisnisnya, pemberi kerja harus jelas, hubungan kerja jelas, hak dan kewajibannya juga jelas,” katanya.

Sementara itu dalam diskusi yang berlangsung sebelumnya, Ketua Bidang Ketenagakerjaan AJI Indonesia Yudie Thirzano mengatakan kondisi ketenagaakerjaan di media perlu mendapat perhatian dari Kementerian Ketenagakerjaan. Pemutusan hubungan kerja kerap terjadi tanpa memperhatikan hak-hak pekerja, selain itu status hubungan kerja kontributor yang tidak jelas. “Secara status lebih buruk dari pekerja outsourcing,” katanya.

Ia menyampaikan hasil survey AJI khususnya soal kondisi kontributor media di daerah banyak diabaikan hak-haknya. Sekitar 39 persen kontributor tidak mendapatkan jaminan sosial nasional berupa BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan. Dari jumlah itu 44 persen tidak terlindungi karena mengaku tidak mampu membayar asuransi swasta secara mandiri.

Selain itu, Yudie mengatakan, sekitar 22 persen kontributor mendapat upah hanya Rp1,5 juta atau di bawah upah minimum. “Upah ini jelas tidak layak. Karena tidak bisa mencover kebutuhan sehari-hari yang rata-rata per bulan mencapai Rp3 juta,” katanya.

Kondisi ini mempengaruhi profesionalisme jurnalis. Ia mengatakan banyak kontributor yang akhirnya mencari pekerjaan sampingan, seperti menjadi satpam ketika malam hari, menjadi sopir atau menjalankan bisnis foto atau shooting video pengantin. “Ini tentu memprihatinkan,” katanya. 

Selain itu ia menyampaikan kondisi media yang mayoritas tidak ramah dengan serikat pekerja. Dari sekitar 2.300 media di Indonesia, saat ini hanya terdapat 19 serikat pekerja. "Itupun tidak seluruhnya sehat dan mengalami kesulitan untuk mempejuangkan haknya," kata Yudie. Minimnya jumlah serikat pekerja ini, kata Yudi karena, “Banyak perusahaan media yang tidak bersahabat dengan serikat pekerja.” 

Dalam diskusi yang sama Surya Tjandra (Pengacara Publik dan Peneliti Senior TURC) mengatakan perlu waktu panjang untuk memperjuangan posisi kontributor, karena perlu memperluas prinsip konsep hubungan kerja yang saat ini diatur dalam undang-undang. “Yang paling cepat bisa dilakukan dengan memperjuangan karya jurnalistik sebagai milik jurnalis. Karya jurnalistik harus dibayar setiap kali digunakan,” katanya.

 

Dua Jurnalis Akan Study Trip ke Belanda

Dalam kesempatan yang sama, AJI Indonesia juga mengumumkan dua jurnalis pemenang penghargaanLiputan Terbaik tentang Isu Perburuhan dan Serikat Pekerja tahun 2015. Penghargaan ini bekerja sama dengan FNV, untuk kategori media cetak/online serta foto.

Tahun ini karya jurnalistik yang masuk mencapai 135 cetak dan online dan 52 karya foto. Dari ratusan karya tersebut, Dewan Juri memilih masih-masing 10 nominasi sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan.

Pemenang karya cetak/online diraih Ninik Yuniati dari portalkbr.com dengan judul karya “Purnomo Susanto, Saksi Hidup Pebudakan Kapal Fu Yuan Yu” dan “Agus Supriato, Saksi Hidup Perbudakan Kapal Hui Ta 101”. Sedangkan untuk kategori foto, diraih Mushaful Iman dari Koran Sindo Palembang, dengan judul karya “TKI Meninggal”. Para pemenang mendapatkan hadiah mengikuti study trip ke Belanda, mempelajari isu perburuhan.

Ketua AJI Indonesia Suwarjono mengatakan, jumlah karya yang masuk, termasuk sedikit dibandingkan beragamnya isu buruh yang mencuat di publik. Paling tidak, dari karya masuk panitia, ada lima topik yang dominan seperti buruh migran, pekerja rumah tangga, perbudakan, Masyarakat Ekonomi ASEAN serta LGBT.

Ia mengatakan, kondisi ini menunjukkan masih minimnya liputan-liputan buruh yang mendalam dan menyentuh akar masalah perburuhan di Indonesia. Banyak berita-berita yang layak diberitakan terkait isu buruh tidak diberitakan. “Lebih banyak, berita yang tampil terkait gerakan buruh atau serikat kerja lebih condong negatif, merupakan gerakan tidak produktif, dan dianggap kiri,” katanya.

Melalui AJI Media Award isu perburuhan ke-5 ini, diharapkan jurnalis semakin tertantang untuk berkarya, khususnya menggugah empati publik pada penyelesaian soal ketenagakerjaan. “Ini tentu menjadi pekerjaan jurnalis, untuk mengangkat berbagai isu buruh, menjadi liputan harian,” katanya.

Pemberian penghargaan ini, juga sebagai cermin jika masalah pekerja media masih banyak yang harus diselesaikan. Perwakilan FNV Tia Mboeik mengatakan, tantangan yang dihadapi pekerja dan serikat kerja semakin besar. Untuk mengatasi permasalahan ketenagakerjaan, semakin memerlukan dukungan publik.

Berita yang dihasilkan jurnalis sangat bermanfaat bagi serikat kerja untuk berinteraksi dengan anggotanya. Selain itu, lewat peran media, isu perburuhan semakin melekat di publik. “Media dan serikat pekerja tetap independen. Tapi bisa bekerjasama untuk satu visi, yaitu kesejahteraan buruh,” ujarnya.(JG)

Koran Buruh, Jakarta, SBSINews. Letnan Jendral (Purn) Kivlan Zen, Permadi SH, Sri Bintang Pamungkas dan Eggie Sudjana akan memapar masalah carut marut pengelolaan Negara dan bangsa Indonesia hingga kini diambang kebangkrutan. Demikian ungkap Nur Lapong SH, MH selaku Pembina Forum Jaringan Islam Sosialis (ForJIS) untuk materi diskusi rutin Jum’atan, 8 April 2016 pukul 14.00 sampai selesai di Graha HOS. Tjokroamonoto, Jl. Taman Amir Hamzah No. 2 Menteng, Jakarta.

Acara diskusi terbuka untuk umum ini merupakan bagian dari program penyadaran dan pemberdayaan masyarakat yang lebih mengutamakan bagi generasi muda sebagai pewaris dan penerus dari kelangsungan republik ini pada hari esok. Oleh karenanya semua konsekuensi logis dari kerusakan tata kelola dan pelaksanaan pemerintahan yang korup dan zalim hingga bangsa dan negara diambang kmusabab bagda Jum’at ini, mengharap semua nara sumber memapar segamblang me--abruka-an, harus segera diselamatkan dengan tindakan nyata, bukan hanya dengan konsep-konsep belaka. Karena itu, imbuh Syamsul Huda selaku Koordiator Pelaksana Diskusi Rutin ForJIS yang dilaksanakan setiap bagda Jum'at mengharap pemaparan se-gamblang mungkin semua penyebab dan musabab-nya kemudian memberi solusi untuk mengatasinya.

Menurut Nur Lapong, meskipun acara diskusi terkesan santai sambil minum kopi dan makan panganan gorengan, sesungguhnya ForJIS serius hendak menemukan konklusi dalam mengatsi carut marut dari tata kelola Negara dan bangsa Indonesia, seperti diisyaratkan oleh semakin parahnya kondisi ekonomi dan dunia usaha, dan runyam-nya masalah hukum yang tidak kunjung mereda menghadapi masalah korupsi yang semakin merajalela dan amat sangat mencemaskan rakyat. Untuk itulah ia berharap generasi muda, pelajar dan mahasiswa, buruh, petani dan nelayan serta kaum pedagang dan pelaku usaha merapatkan barisan bersama ForJIS untuk merumuskan cara mengatasi beragam masalah yang bertambah kusut dan menjerat segenap lapisan masyarakat.

Nur Lapong berharap partisipasi aktif semua peserta diskusi akan member masukan guna dijadikan rumusan bersama guna menyelamatkan Negara dan bangsa Indonesia agar tidak sampai terjerembab dalam jurang kehancuran. Kerusakan tata kelola bangsa dan Negara sudah meliputi segenap aspek kehidupan, ekonomi, politik, budaya serta agama tandasnya. Oleh karena itu ia meminta semua pihak memberikan perhatian dan siap melakukan tindakan nyata yang tepat bagi bangsa dan Negara Indonesia sekarang.

Monalisa Misjan Panggabean akan langsung menjadi moderator dalam diskusi ini. Demikian informasi yang diterima Redaksi kemarin. Untuk yang berminat dan belum terdaftar sebagai peserta dapat menghubungi Tepi Nur : 082116766638, Syamsul Huda : 081314647880, Monalisa Misjan Panggabean : 081281027799/ o85773058123, dan Nur Lapong : 081242307172. (Jacob Ereste)

Wednesday, 13 April 2016 00:00

Gugatan Lundak Pakpahan kepada KSBSI Menang

Koran Buruh. Gugatan Lundak Pakpahan sebagai anggota dari Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) yang menjabat sebagai Ketua Umum Federasi Buruh Pelabuhan, Pelaut dan Nelayan (Bupela SBSI) memenangkan perkara No. 294/ Pdt.G/2015/tertanggal 13 Agusrus 2015 yang menggugat Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Jl. Cipinang Muara No. 33 Jatinegara, Jakarta Timur. Gugatan Lundak Pakpahan menang telak terhadap KSBSI dan menggugurkan keanggotaan MPO Aldentua Siringo-Ringo, karena tidak mempunyai kekuatan hukum.

Lundak Pakpahan melakukan gugatan dikarenakan sebagai salah seorang calon anggota Majelis Penasehat Organisasi (MPO) merasa dirugikan dengan tindakan tergugat dengan menetapkan susunan MPO KSBSI periode 2015 – 2019 oleh majelis pimpinan sidang Kongres VII KSBSI pada 7 April 2015. Dalam gugatannya, Lundak Pakpahan mengatakan bahwa pengangkatan Aldentua Siringo-Ringo sebagai salah satu anggota MPO KSBSI cacat hukum dan tidak berkekuatan hukum.

Menurut Majelis Hakim yang diketuai oleh Saredi SH, MH, anggota majelis Antonius Simbolon SH, MA dan Ramlan SH, MA serta panitera pengganti Nelly Rusli SH, MA yang dibacakan pada 10 Maret 2016 menyatakan menolak asepsi tergugat dan menyatakan perbuatan trgugat mengeluarkan surat keputusan No. XII/Kongres VII/ KSBSI/V/ 2015 tentang susunan MPO KSBSI periode 2-15-2019 sepanjang pengangkatan Aldentua Siringo-Ringo adalah perbuatan melawan hokum, dan menyatakan pengangkatan Aldentua Siringo-Ringo sebagai anggota MPO KSBSI periode 2015-2019 tidak mempunyai kekuatan hokum.

Kecuali itu, Putusan Pengadilan Negari Jakarta Timur itu juga menghukum tergugat (KSBSI) membayar uang paksa / dwangsom sebesar Rp 100.000 (seratus ribu rupiah) setiap hari keterlambatan melaksanakan putusan perkara aquo, terhitung mulai putusan telah mempunyai kekuatan hokum tetap, dan menghukum tergugat membayar biaya perkara sebesar Rp 922.000 (sebilanratus duapuluh dua ribu rupiah). Menurut Lundak Pakpahan sendiri ia akan meneruskan gugatan kemenangan gugatan pidana kepada semua pihak yang terkait dengan penzaliman terhadap dirinya terkait dengan sikap semena-mena dalam organisasi. “Karena sikap seperti itu tidak busa dibenarkan dalam organisasi buruh”, tandasnya Lundak Pakpahan memaparkan perkaranya. (JE)

Koran Buruh, Lombok Tengah. Menjawab pertanyaan sejumlah wartawan usai Pelaksanaan Panen Raya dilombok tengah 2/4 tentang kondisi warga negara Indonesia yang disandera oleh Kelompok Abu Shayap di Pilipina, Panglima TNI menyatakan"Seperti yang sudah dilakukan oleh Ibu Mentri Luar Negeri yang sudah bertemu dengan Presiden Philipine, kemudian yang kedua kondisi para Sandera masih dalam keadaan sehat dan dipastikan berada di negara Philipina."

Dikatakan Juga, 'Kami menawarkan apapun yang ditawarkan oleh Negara Piliphina tetapi semua tergantung pada pemerintah Piliphina dan berjanji akan berusaha dengan berbagai cara untuk membebaskan para sandera. Adapun terkait dengan niat baik dari Pemerintah Piliphina Gatot Nurmantyo berharap agar kita berpikir positiv "Kita harus yakin niat baik dari pemerintah Piliphina kita harus yakin" Tegasnya Optimis adapun tentang kondisi para sandera saat ini' bahwa para sandera dalam keadaan Sehat berdasarkan informasi dari Intelegent Piliphin. Rumor yang menyatakan TNI tidak akan dibantu Piliphina, Panglima TNI menyjawab "Kaitan itu, kita harus menunggu ..!! Sama saja jika terjadi pembajakan di negara kita, Maka Negara lain tidak boleh masuk, maka kita juga begitu, sama-sama menghargai karena itu adalah teritori dari negara mereka. Beda dengan pada saat pembebasan Sandera oleh bajak laut Oela, Indonesia Ijin, kemudian diberikan izin oleh pemerintah Thailand untuk melaksanakan operasi pembebasan sandera. Itu yang harus kita pahami sama-sama"Tegasnya. Terlebih lagi sebagai sesama negara tetangga kita harus saling menghormati dan harus percaya.

Sejauh ini TNI juga tidak berkomunikasi dengan para pembajak, TNI selama ini memonitor dan mempersiapkan segala sesuatua. apabila diperlukan. Kepada keluarga para sandra Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo menyampaikan agar berdo'a dan bersabar.(Ach)

Sunday, 03 April 2016 00:00

Panglima TNI: Gubernur NTB sudah teruji

Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo menilai Gubernur NTB, Dr.TGH. M. Zainul majdi sebagai figur yang lahir dari pesantren namun sukses menjadi pemimpin daerah yang mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik.

"Jadikan lembaga pondok pesantren sebagai lembaga yang agamais,  berpengetahuan luas, berwawasan kebangsaan, melahirkan calon-calon pemimpin bangsa, seperti Gubernur NTB sekarang ini. Beliau sudah teruji," jelas Panglima TNI saat mengahadiri Haul Syeikh Abdul Qadir Zaelani, TGH.Moch.Sholeh Hambali Bengkel, KH.Abdurrahman Wahid dan TGH.Lalu Badaruddin yang dirangkaikan dengan Harlah Pondok Pesantren Qamarul Huda Bagu ke 54, Kabupaten Lombok Tengah, di halaman ponpes tersebut, Sabtu (02/04/2016)

Selain itu, kehadiran panglima TNI di acara tersebut untuk mengingatkan seluruh jajaran TNI akan semakin sulitnya tantangan yang dihadapi saat ini. Sedapat mungkin menurutnya untuk selalu membangun kepribadian yang tangguh, memerangi terorisme, aliran sesat dan berbagai tindak kejahatan yang dapat memecah belah persatuan bangsa. Hal itu menurutnya membutuhkan kerjasama antara ulama dengan para prajurit TNI.

"Yang paling baik adalah kebersamaan antara ulama dengan TNI. Karena apabila ulama dan TNI saling bekerjasama, ini adalah inti dari kakuatan negara kita," jelasnya di hadapan Gubernur NTB beserta istri, Hj.EricaZainul Majdi, Kasad TNI, Putri Gusdur, Yeni Wahid, Jajaran TNI, Jajaran petinggi pondok pesantren, tokoh agama, tokoh masyarakat serta santri dan santriwati Panglima TNI juga menghimbau semua pihak untuk selalu mengembangkan komunikasi sosial dengan selalu menebarkan salam, menjalin silaturrahim dan persaudaraan, saling menasehati, berbuat kabajikan dan mencegah kemungkaran.

Sementara itu, Gubernur NTB menyampaikan tokoh ulama yang dihaulkan tersebut merupakan ulama yang dicintai Allah dan selalu mencintai.

"Kalau Allah itu cinta terhadap seorang manusia, Allah akan memanggil malaikat Jibril dan berkata Aku cinta pada orang itu, maka cintailah ia. Kemudian Malaikat Jibril berseru di atas langit kepada semua penghuni langit dan para malaikat, aku cinta pada seseorang itu, maka cintailah ia wahai seluruh penghuni langit" jelas orang nomor satu di NTB tersebut melalui hadits qudsi.

Gubernur juga menyampaikan tiga tokoh ulama tersebut semasa hidupnya tentu mengalami dinamika di masyarakat. Ada yang suka, ada juga yang tidak suka, ada yang pro ada juga yang kontra. Namun, saat ini tidak ada satupun yang mengingat ingat kekurangan beliau, semuanya menaruh cinta atas segala kemuliaan dan sifat-sifat yang patut diteladani.

"Itu adalah satu tanda bahwa Allah cinta terhadap beliau-beliau ini. Maka kalau kita ingin mendapatkan manfaat, bukan saja saat kita hidup di dunia, hanya satu kuncinya, carilah cinta Allah,  maka Allah akan mencintai kita," ungkap Doktor Alumni mesir tersebut.

Gubernur mengajak kepada seluruh masyarakat pesantren, di samping meneruskan yang baik-baik dari para guru dan ulama terdahulu, juga menjadi pelopor kebaikan yang sudah diajarkan oleh pendiri pendiri pondok pesantren terdahulu.

Kemudian, Yeni Wahid, Putri KH. Abdurrahman Wahid menyampaikan saat ini Indonesia mengalami tantangan yang luar biasa. Tantangan yang membuat seluruh elemen bahu membahu saling bekerjasama. "Bangsa itu akan rubuh, kecuali disanggah oleh empat hal, dan salah satunya adalah pemimpin yang adil dan ulama. Di sini kita menyaksikan bagaimana ulama dan umara duduk bersama," jelasnya.

Menurutnya, Acara Haul tersebut merupakan salah cara untuk menyanggah tiang-tiang negara tersebut agar tetap kokoh berdiri.

"Karena tantangan yang dihadapi saat ini, terutama yang dialami anak muda, mulai dari tantangan sosial ekonomi politik, maupun tantangan radikalisme yang ada di luar sana, ini mengancam anak-anak cita," jelas putri kedua presiden ke 4 Indonesia tersebut.

Karena itu, Yeni berharap semua pihak, terutama anak muda untuk waspada terhadap ancaman- ancaman tersebut.

Sunday, 03 April 2016 00:00

Komitment Petani NTB Tak Pernah Mundur

Koran Buruh, NTB. Sekitar pukul 01. 30 Wita seplepas sholat Zuhur, Panglima TNI Jendral TNI Gatot Nurmantyo dan Kepala Staf Angkatan Darat Jendral Mulyono beserta Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. TGH . M. Zainul Majdi tiba di acara penen raya yang digelar di Area Balai Benih Induk Padi Palawija Holtikultura Unit Produksi Benih Desa Puyung Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah Sabtu, (02/04/2016). 

Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. TGH . M. Zainul Majdi bersama Panglima TNI Jendral TNI Gatot Nurmantyo dan Kepala Staf Angkatan Darat Jendral Mulyono langsung melakukan panen rayamenggunakan kendaraan khusus pemotong padi yang disiapkan oleh Dinas Pertanian Provinsi NTB. 

Kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan kontrak antara pemerintah daerah NTB dengan Bulog, dan pada kesempatan itu juga dilakukan Penyerahan alat dan mesin pertanian secara simbolis oleh gubernur kepada Dandim se-pulau Lombok yang diwakili dandim 1606 Lobar dan Dandim 1620 Loteng berupa alat mesin tanam padi jajar legowo sebanyak 15 unit , traktor roda dua sebanyak 5 unit dan dalam keseampatan yang sama Panglima TNI menyerahkan secara simbolis bibit padi pariatas kartika 182 sejumlah satu ton kepada Gabungan Kelompok Tani ‘’maju bersama Kecamatan Jonggat Lombok Tengah.

Gubernur Nusa Ternggara Barat Dr. TGH. M. Zainul Majdi Mengatakan Nusa Tenggara Barat adalah salah satu dari 8 Provinsi di indonesia yang telah ditetapkan sebagai super focus penyangga produksi beras secara nasional. Hingga saat ini masyarakat NTB masih tetap bersemanagat dan bekerja keras mensukseskan program pemerintah swasembada pangan.

‘’Alhamdulillah NTB tak pernah mundur dari komitment itu dimana 47 % tenaga kerjanya terserap di sektor pertanian yang dengan kerja keras mereka, selalu setiap tahun menghasilkan produksi yang melebihi target secara nasional”, jelas gubernur.

Gubernur menegaskan pada tahun 2015 kenaikan produksi beras di NTB dibanding 2014 sudah mencapai angka sekitar 12% jauh dari rata- rata peningkatan produksi nasional dan ini menunjukkan bahwa semangat para petani di NTB masih cukup kuat untuk mensukseskan program swasembada pangan.

“Alhamduliilah untuk tahun 2016 ini juga kalau dilihat dari statistik yang ada insya Allah meningkat jauh dibanding 2015 lalu , jadi kalau dari sisi komitment petani NTB , masayrakat NTB untuk melaksanakan amanah dari pemerintah pusat menjadi salsh satu lumbung Pangan Nasional , Insya Allah kami laksanakan amanah itu dengan sebaik baiknya ‘’ujarnya.

Diwaktu yang sama Kepala Staf Angkatan Darat Jendral TNI Mulyono menambahkan NTB salah satu Lumbung Nasional Yang saekarang saedang diwujudkan, menurutnya hal ini merupakan salah satu potensi bagi masyarakat NTB sebagai manan yang dicanangkan Presiden RI bahwa dalam waktu 3 tahun ini Indonesia harus swasembada dalam hal pangan ,ini merupakan suatu hal yang menjadi pemacu bagi masyarakat NTB agar supaya potensi yang sudah ada ini betul-betul digarap dengan baik.  

‘’Saat ini peresiden bersama menteri selalu mencari solusi untuk bagaimanan meningkatkan produksi pangan kita baik dari manajement dan kebutuhan alat-alat pertanian, ini adalah ikhtiar kemudian kementerian pertanian sudah menggandeng TNI ada 30 000 babinsa bersama-sama mewujudkan program ini sejak tahun 2015 lalu dan hasilnya sduah meningkat secara nasional sekitar 5,8% dari tahun sebelumnya’’,ujarnya.

Kemudian , Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menjgharapkan kerjasama seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah untuk secara bersama-sama dan tetap bersemangat mensukseskan program swasembada pangan agar amenjadi bangsa yang kuat dimasa yang akan datang ‘’Kalau petani sudah dikasi alat dan bibit serta pendampingi dan hasilnya melebihi target dan dijual dibawah harga pemerintah akhirnya petani tidak bersemangat dan ini menjadi tanda tanda kehancuran bangsa ‘’ jelasnya.

Koran Buruh, Banyumas. Ditandai pelepasan puluhan balon ke udara oleh Bupati Banyumas, Ir. H. Muhammad Husein , gebyar Paud ( Pendidikan Usia Dini ) Rabu, 30 Maret 2016 di mulai, di Taman Kota Andang Pangrengan Purwokerto Banyumas.

Dalam sambutannya Bupati Banyumas Ir. H Akhmmad Husein menyampaikan, tempat pendidikan anak usia dini adalah tempat anak-anak bermain dan anak-anak di rangsang daya kreasi, kecerdasannya sehingga anak tidak merasa terbebani dengan adanya tugas-tugas atau kegiatan yang diberikan. Sehinng jika nanti mengenyam pendidikan yang lebih tinggi sudah bisa menyesuaikan diri.

Kegiatan gebyar anak usia dini ( paud ) kali ini di ikuti kurang lebih mencapai 680 anak. yang di ikuti anak-anak Paud 27 Kecamatan, se Kabupaten Banyumas. dalam kegiatan itu, di laksanakan lomba anak-anak terdiri, dolanan nyayian dan tari, memasukan belut dlm botol, memeras ampas kelapa, menggambar, bermain plastesi, menempel gambar, menyusun botol, dll. Kegiatan tersebut berakhir pukul 13.30 Wib.

Guru pendidik paud merasa senang bisa bersilaturahmi /tukar menukar pengalaman dan anak juga senang bisa berlomba serta bermain dengan puas. Salah satu wali murid juga berharap semoga kegiatan ini menjadi agenda rutin sehingga bisa menjadi ajang mengasah keberanian anak untuk bersosialisasi dengan orang lain. (GS)

Friday, 25 March 2016 00:00

Reformasi Regulasi Angkutan Darat

Suara Pembaca-Koran Buruh.

Kontroversi antara Angkutan OnLine (AOL yang disediakan oleh jasa seperti GoJek, Uber, Grabbike dan sejenisnya) versus Angkutan Umum Reguler (AUR, yang disediakan oleh jasa seperti Bluebird, Express, Kopaja dan sejenisnya) kini mencuat ditandai oleh unjuk rasa pengemudi AUR pada hari Senin 14 dan 22 Maret 2016 yang kini dirasa kontraprodukif.

Dinamika kemajuan teknologi informatika yang diapresiasi bagi kepentingan umum seyogjanya diakomodasi oleh pemerintah selaku regulator apalagi kemanfaatannya sudah dirasakan oleh masyarakat banyak baik konsumen angkutan kota maupun operator dan penyedia AOL itu sendiri yang terbukti telah membuka peluang kesempatan kerja publik mandiri berikut solusi bagi ekonomi kesejahteraan rakyat (ekokesra) ditengah krisis ekonomi yang berkepanjangan ini.

Oleh karena itu, pandangan legal/illegal tidak relevan mengemuka, begitu juga aspek ikutan seperti menurunnya konsumen AUR, yang seharusnya disikapi sebagai tenggang penyesuaian menuju titik keseimbangan dinamis berikutnya.

Dalam sikon seperti ini, pemerintah perlu kerja cepat untuk pembentukan regulasi terbarukan yang mengatur harmonisasi keberadaan AOL dan AUR beriringan saling melengkapi bermodus operandi Zona, Strata, Tarif Berkeadilan, Perpajakan yang lebih berkeadilan dan kelonggaran perioda uji kendaraan roda-4 dlsb.

Harmonisasi tersebut disarankan dengan tetap didasarkan pada pertimbangan2 seperti Sila-5 Pancasila "Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia", Pasal 33 UUD45 " "Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan" dan "Cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara", serta dihimbau agar semua pemangku kepentingan dapat tetap memelihara Persatuan indonesia (Sila-3 Pancasila) berdasarkan Jiwa Semangat Nilai-nilai 45.

Jakarta, 22 Maret 2016


Pandji R Hadinoto, Ketua DHD45 Jkt
KBP45 KelBes Pejoang45
Editor www.jakarta45.wordpress.com

Koran Buruh, Banyumas. Senin 21 Maret 2016 , tepat pukul 12.30 Wib ratusan Petani ,Kepala – Kepala Desa Sewilayah Kecamatan Banyumas, Camat beserta jajaran Pemda Banyumas dan TNI ( Kodim 071 Banyumas ), Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas, Penyuluh Pertanian, menyaksikan panen Raya di Wilayah Desa Kejawar Kecamatan Banyumas. Acara panen raya musim tanam 2016, di selenggarakan Gapoktan “ Tani maju “ Desa kejawar, Kecamatan Banyumas.

Dalam sambutan ketua Gapoktan Bapak Triyana S.Pd menyampaikan, area pertanian padi yang tersedia di Kejawar kurang lebih 80Ha yang siap panen. Keberhasilan panen raya ini karena para petani tepat waktu dalam melakukan tanam padi dan pemupukan. Ditunjang dengan sistim pengairan irigasi yang memadai . Demikian juga dalam sambutan Camat Banyumas, Drs. Akhmad Suryanto M.Si juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh petani yang sudah dengan kesadarannya melakukan pola tanam padi sesuai anjuran , sehingga panen padi pada tahun 2016 ini bisa dilakukan bersama dan dengan hasil yang sangat memuaskan. Sehingga program pemerintah swasembada pangan bisa tercapai. Demikian juga Kapten Inf. Sentot yang mewakili Dan Dim 071 Banyumas menyampaikan terima kasih atas kerjasamanya Petani dengan TNI dalam rangka, TNI sebagai pendamping Petani di Wilayah Desa Kejawar di setiap kegiatan meliputi pelaksanaan program pembangunan Irigasi sepanjang 998 Meter berasal Anggaran APBN, penyaluran bantuan Dana Sosial untuk petani serta penyaluran bantuan pupuk.

Disela-sela kegiatan panen raya ,salah satu petani yang tidak mau di sebut namanya yang berhasil kami wawancarai , menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan pemerintah kepada petani, sehingga pada musim panen tahun 2016 ini bisa mendapatkan hasil yang memuaskan. (GS)

Page 2 of 6