Sunday, 19 November 2017 | Login
Rudi

Rudi

Koran Buruh - Papua Barat. Keberadaan Tenaga Kerja Asing (TKA) di wilayah Papua Barat terjawab sudah saat perwakilan dari Dinas Kependudukan, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disduknakertrans) Provinsi Papua Barat mengakui keberadaan TKA yang saat ini masih bekerja di PT. SDIC Papua Cement Indonesia (PT SPCI) atau disebut juga pabrik Semen Maruni, Distrik Manokwari Selatan. Namun demikian, pihak Disduknakertrans menjelaskan bahwa para TKA tersebut telah memenuhi peraturan tentang ketenagakerjaan.

Anggota Komisi IX DPR Ayub Khan menyayangkan masih banyaknya TKA terutama dari negara Tiongkok yang bekerja di pabrik Semen Maruni. Apalagi menurutnya jenis pekerjaan para TKA tersebut sebenarnya bisa dilakukan oleh tenaga kerja lokal.

Sumber: http://www.dpr.go.id/berita/detail/id/13801

Koran Buruh - Bekasi. Tindakan penghadangan atas long march yang dilakukan Kenzo juga mendapat sorotan dari Nyumarno Anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi PDI Perjuangan, menurutnya kegiatan jalan kaki atau Longmarch yang dilakukan Ade kenzo adalah karena Nazar pribadi, bukan karena instruksi dari Organisasi.

Menurutnya “Nazar itu tidak perlu surat pemberitahuan ataupun izin ke Polisi. Tidak ada satu regulasi UU di republik ini yang melarangnya, atau yang mewajibkan orang yang akan menjalankan Nazar untuk  pemberitahuan atau izin ke Polisi.” Ujar Nyumarno Anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi PDIP.

Jarwo

Koran Buruh - Surabaya | Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi Pertambangan Minyak Gas Bumi dan Umum FSPKEP meyayangkankan tindakan Represif yang dilakukan oleh oknum aparat kepolisian terhadap Ade Lukman yang kerap dipanggil Ade Kenzo, yang sedang melakukan kegiatan jalan kaki atau  Nazar Longmarch Surabaya Jakarta dengan tujuan ke Istana Presiden.

“Kami sangat menyayangkan tindakan oknum aparat kepolisian Tuban yang melakukan penahanan kepada Ade Lukman di perperbatasan Jawa Timur Jawa Tengah dengan dalih, belum memiliki ijin dan adanya laporan masyarakat yang merasa terganggu dengan aksi ini” terang Ketua Umum FSPKEP Sunandar, Selasa (26/09)

Jarwo

Koran Buruh - Tuban. Namun sesampainya di Kecamatan Bancah, Tuban jam 10:00 WIB Kenzo dihentikan oleh aparat kepolisian setempat dengan alasan yang tidak jelas. Padahal selama perjalanan sebelumnya justru aparat menyambut baik pada setiap Polres dan Polsek yang dihampiri. Negosiasi berjalan alot bahkan ada utusan dari mabes polri ikut terlibat. Baru jam 13:30 WIB dicapai kesepakatan bahwa longmarch dilanjutkan dengan ambulan mengikuti dari kejauhan. Dan rombongan yang mengikutinya membubarkan diri pulang ke wilayahnya masing-masing.

Begitu masuk perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah, Lagi-lagi aparat kepolisian melakukan tindakan represif. Ade Lukman(kenzo)  tiba-tiba ditahan katanya harus dikembalikan ke polres Tuban. Ini mengingkari kesepakatan. Aparat juga sempat bersitegang dengan Ade Lukman. Bahkan polisis sempat menunjuk-nunjuk muka Ade Lukman. Tidak hanya itu sesaat kemudian Ade Lukman ditarik paksa dan dimasukkan ke mobil patroli dan tidak jelas mau dibawa kemana.

Setelah dikonfirmasikan ke Polsek Bancah didapatkan informasi bahwa Ade Lukman dibawa ke Mapolres Tuban.
Sampai saat ini Ade Lukman masih di interogasi di ruang pemeriksaan. Sementara puluhan aktifis buruh Jawa Timur dan Jawa Tengah menunggu di luar area Mapolres.

Jarwo

Tuesday, 26 September 2017 00:00

Kenzo Long March Ke Istana Presiden

Koran Buruh - Surabaya. Ade "Kenzo" Lukman adalah warga negara Indonesia asli kelahiran Tegal, Jawa Tengah. Aktifis buruh yang intens menyoroti lemahnya regulasi yang mengatur kesehatan rakyat melalui sistem Jaminan Kesehatan Nasional(JKN) dan BPJS.    Dua tahun lalu bernadzar akan melakukan longmarch atau jalan kaki dari Surabaya sampai istana negara Jakarta apabila sistem JKN dan BPJS masih terus bermasalah dan merugikan rakyat.

Aksi long march ini dilakukannya karena masih banyaknya persoalan menyangkut sistem JKN dan pelayanan BPJS, maka nadzar itu dilaksanakannya pada tanggal 19 September 2017 dengan berangkat dari Tugu Pahlawan Surabaya dan rencana melewati Surabaya – Gresik – Lamongan – Babat – Tuban – Rambang – Pati – Kudus – Demak – Semarang – Kendal – Pekalongan – Pemalang – Tegal – Brebes – Cirebon – Indramayu – Subang – Purwakarta – Karawang – Bekasi – Jakarta(Istana Presiden) ditempuh selama kurang lebih 36 hari.  Dihadapan presiden, Ade Lukman direncanakan menyampaikan data dan fakta bobroknya sistem JKN dan pelayanan BPJS yang harus segera dibenahi oleh pemerintah.

Jarwo.