Koran Buruh

Koran Buruh

KBR, Jakarta | Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengadakan konferensi pers di Hotel Mega Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (27/05/2019),

Agenda yang disampaikan adalah :
Rencana aksi KSPI ke Komnas HAM Rabu (29/05/2019) sekitar pukul 13.00 untuk mendesak dibentuknya Tim Pencari Fakta (TPF) terkait kematian pengnujuk rasa pada tanggal 22 Mei 2019 dan kematian ratusan petugas KPPS. Hal ini diperlukan agar proses pemilu endingnya diterima oleh semua pihak. Komnas HAM diharapkan dapat mengungkap kasus ini agar masalah ini selesai dengan tuntas dan tidak berdampak lebih lanjut.

Setelah aksi ke Komnas HAM, KSPI akan melanjutkan aksi ke Mahkamah Konstitusi ( MK ). KSPI akan mendampingi Prabowo - Sandi selama persidangan sengketa Pilpres, untuk mengawal langkah konstitusi yang diambil Prabowo - Sandi.

KSPI akan memantau Posko Pengaduan THR yaitu menghimbau agar perusahaan memberikan THR pada karyawannya karena itu adalah hak tambahan insentif.

Menurut Sekjend KSPI Ramidi, perusahaan Garmen banyak yang curang tidak mau memberikan THR pada karyawannya, kalaupun diberi terlalu dekat waktunya dengan lebaran sekitar 2 atau 3 hari sebelum lebaran. Sedangkan karyawan biasanya mudik dan perlu dana untuk persiapan mudik.

"Posko THR sudah ada di 24 Provinsi di Indonesia. THR harus dibayar H - 5 sesuai PP 78 tahun 2015. Pemerintah harus menindak tegas pengusaha/perusahaan yang tidak mau memberikan THR bagi karyawannya," ujar Said Iqbal.

"Kami KSPI mengapresiasi langkah Kapolri untuk membentuk tim pencari fakta namun kami mengharapkan dibentuk juga 'Tim Independen' karena terindikasi ada pelanggaran HAM berat atas tragedi 21 - 22 Mei 2019, agar demokrasi kita tidak tercederai. Kalau hal ini tidak bisa diselesaikan akan kami laporkan ke Konfederasi Serikat Buruh Sedunia. Karena Demonstrasi adalah bagian dari demokrasi. KSPI juga menolak berita-berita hoax karena mengancam persatuan dan kesatuan bangsa," tegas Said Iqbal.

Konferensi pers ini dihadiri oleh Presiden KSPI Said Iqbal dan didampingi oleh Muhammad Rusdi Ketua Harian KSPI, Ramidi Sekjend KSPI dan Abidin Supriadi Ketua Majelis Nasional KSPI. Kahar S. Cahyono Departemen Komunikasi dan media KSPI. (fri)

KBR, Bengkulu | Penderita Kanker Payudara, Ibu Sukma (61) Warga Pematang Gubernur Talang Kering no 44 RT. 19. Rw. 01 mendapatkan perhatian Pemerintah Kota Bengkulu lewat Program Jemput Sakit Pulang Sehat (JSPS).

Tampak Walikota bersama Wakilnya juga kepala OPD, Direktur RSHD dan Lurah Selasa(21/5/19) memberikan langsung bantuan berupa pengobatan gratis dan seluruh Akomodasinya untuk berangkat ke-Jakarta.

KBR, Bengkulu | Wakil Walikota Bengkulu meminta momentum Hari Kebangkitan Nasional sebagai momentum kebangkitan Kota Bengkulu untuk lebih baik. Hal ini ia sampaikan saat menjadi inspektur upacara Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-111, di halaman kantor Walikota Bengkulu, Senin (20/5/2019).

"Kota Bengkulu bisa mensejajarkan  dengan provinsi dan kota yang lainnya, sehingga kemajuan ini dapat mensejahterakan warga Kota Bengkulu," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Dedy Wahyudi membacakan sambutan Menteri Kominfo RI. Dimana, peringatan Harkitnas saat ini sangat relevan jika dimaknai dengan teks Sumpah Palapa. Sebab, rakyat Indonesia saat ini berada dalam situasi pasca pesta demokrasi yang menguras energi dan emosi sebagian besar masyarakat kita.

"Kita mengaspirasikan pilihan yang berbeda-beda dalam pemilu, namun semua pilihan pasti kita niatkan untuk kebaikan bangsa. Oleh sebab itu tak ada maslahatnya jika dipertajam dan justru mengoyak persatuan sosial kita," ungkapnya.

Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang ke - 111, sambungnya, mengajak agar kita semua sebagai sesama anak bangsa secara sadar memaknai peringatan kali ini.

"Dengan cara  memperbarui semangat gotong-royong dan kolaborasi, sebagai warisan kearifan lokal yang akan membawa kita menuju kejayaan di pentas global," tutupnya.

Untuk diketahui, hadir sebagai peserta upacara seluruh OPD Pemkot Bengkulu, unsur FKPD Kota Bengkulu serta ratusan pelajar Kota Bengkulu. (MC Kota Bengkulu)

Pewarta : Yudha Baros

Editor : Tedi

                   
                   
                   
                   
                   
                   
                   
                   
                   
                   

KBR, Morowali | Aksi Mogok kerja secara spontanitas dalam rangka mempertanyakan aturan dan sanksi yang di berlakukan kepada karyawan yang semena -mena dari Pihak Tiongkok selaku atasan di Lapangan

Aksi Mogok kerja ini dilakukan di Departemen FPD pada Hari Selasa, 21/5/2019.

Mogok kerja ini berjalan sekitar tiga jam, mulai 07.00- 09.00 tidak proses aktivitas Proses produksi berjalan.

Adapun hadir dalam mediasi di lapangan di hadiri oleh karyawan di depertemen FPD, Pihak Serikat, dan Pihak manajemen di antaranya Al Kausar (GCNS), Ardiansyah, Sultan, Safaruddin ( IMIP),Jabil ( IRNC), dan Arjan (ITSS)

Menurut salah satu Pengurus DPC SPN, Sukirman mengatakan bahwa adanya mogok kerja selama berapa jam ini di akibatkan adanya pemberian sanksi kepada salah crew di depertemen, di nilai tidak mengikuti prosedur yang ada sebagaimana yang tertuang dalam UU yang kita pahami bersama.

Lanjut Sukirman menambahkan selain masalah terkait aturan kerja ,juga adanya dugaan manipulasi data dari pihak pengawas terkait jam lembur tidak dibayarkan atau di hilangkan.

Hal senada juga di sampaikan ketua DPC SPN Kab. Morowali, Katsaing menambahkan bahwa kejadian jangan sampai terulang kepada karyawan, apalagi jam lemburnya di hilangkan,kasihan hasil keringat karyawan yang tidak seberapa nilainya namun bagi mereka sangat berharga.

Sementara dari pihak manajemen mengatakan bahwa kasus ini kita akan tindak lanjuti dan secepatnya kami akan berikan hasil terkait masalah teman- teman kawal, kata Ardiansyah dari Pihak IMIP.[Janri]

KBR, Kota Tangerang | Situasional terhadap salah satu agenda besar di Negara Indonesia yaitu adalah Pemilu 2019 yang dimana pada saat ini telah di umumkannya sebuah persentase keputusan besar terhadap Pilpres dan Wapres pemilu masa jabatan tahun 2019-2024, terkait permasalahan tersebut banyak sebagian massa warga masyarakat masih ada yang tidak puas terhadap keputasan tersebut yang telah di tetapkan oleh pihak penyelanggara Pemilu KPU.

Oleh sebab itu maka para personil di berbagai wilayah telah melaksanakan kegiatan Upacara Apel siaga 1 (Satu), untuk wilayah kecamatan Batu Ceper pada hari Selasa (21/5/2019) pukul 10.30 Wib telah berlangsung Apel kesiapsiagaan pasukan POLRI di lapangan komando Polsek Batuceper JL. Daan Mogot Km.21 kelurahan Batuceper Kota Tangerang, Apel tersebut di pimpin langsung oleh Kapolsek Batu Ceper Bapak Kompol Hidayat Iwan Irawan,SH.MA dengan beranggotakan dari BKO Polres sebanyak 30 orang, Personil Polsek Batu ceper sebanyak kurang lebih 30 personil dan dari BKO Polda nusantara sebanyak 100 orang.

Kemudian arahan dan himbauan yang di berikan oleh bapak Kapolsek adalah sebagai berikut ‘’ Untuk penyekatan yang dari wilayah kebon besar dan wilayah JL.Maulana Hasanudin akan di Tarik ke Posko Kontijensi yang berada di pergudangan Three In One JL.Daan Mogot Km.19.8, Kita akan segera bergabung dengan Samafta Nusantara, Saya akan menjelaskan cara bertindak di lapangan seperti Lakukanlah pemeriksaaan baik badan, barang bawaan dan periksalah kendaraan dengan semaksimal mungkin apakah ada benda yang sangat membehayakan yang dapat merugikan kita semua’’.(Jelas Hidayat Iwan Irawan).

‘’Di dalam pemeriksaan kepada personil jangan arogan terhadap warga, apabila ada massa warga dari wilayah barat yang tidak bisa di bending kita akan melakukan penyekatan terhadap rombongan agar mereka terpecah belah tidak menjadi satu rombongan, hasil perhitungan suara telah di umumkan oleh KPU tadi pagi akan tetapi kita wajib mengantisipasi adanya pergerakkan massa yang akan bergerak dari arah Banten kearah Jakarta’’.(Tutur Hidayat Iwan Irawan).

Apel Konsolidasi Siaga 1 (Satu) terhadap Pengamanan situasional pergerakkan massa aksi yang tidak puas hasil Pemilu 2019 dan Antisipasi massa berangkat ke Jakarta, Untuk pembagian plotingan di wilayah hukum Polsek Batuceper di bagi berbagai beberapa titik yaitu : Pergudangan pusat perniagaan terpadu Three In One JL.Daan Mogot Km.19,8 Kecamatan Batu Ceper Kota Tangerang, PT.Cosson Kel.Kebon besar Batu Ceper, Rumah KH.Andi Syahroni (Dewan Suro FPI), Stasiun Kereta Api Poris, Perbatasan Tugu Banten dan Kali deres Jakarta dan Pertokoan Poris Gaga Giant kelurahan Poris gaga Batu ceper.

Himbauan untuk warga adalah ‘’ untuk sementara terpantau situasi wilayah Tangerang dan DKI Jakarta masih dalam kondisi aman dan kondusif, bagi warga masyarakat jangan perlu khawatir karena kami TNI/POLRI siap mengamankan aktifitas warga kemudian menghimbau utnuk warga tidak perlu adanya pergerakan massa ke arah Jakarta percayakanlah kepada Aparatur Pemerintah , Penyelengara KPU dan TNI/POLRI karena untuk situasi Jakarta tidak ada permasalahan apapun’’.(Ujar Hidayat Iwan Irawan).

(Humas Polsek Batuceper / eko )

KBR, Bengkulu | Walikota Bengkulu Helmi Hasan bersama dengan Wakil Walikota Bengkulu, Sekretaris Kota Bengkulu, Asisten, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta camat dan lurah melakukan safari ramadan di Masjid Agung At Taqwa, Senin (6/5/2019).

Dalam kesempatan, Helmi mengajak seluruh masyarakat Bengkulu untuk menyambut bulan suci Ramadan dengan menjalankan ibadah puasa dengan sebaik-baiknya. “Serta mari kita tingkatkan iman, amal dan ibadah selama bulan suci Ramadan,” ungkap Helmi.

Seperti biasa, ia tidak henti-hentinya mengajak seluruh masyarakat untuk selalu memakmurkan rumah ibadah. Karena dengan memakmurkan masjid, maka Allah SWT akan memberikan kemakmuran untuk kota yang kita cintai.  

“Satu keluarga memakmurkan masjid, Allah akan memakmurkan keluarga tersebut. Satu Kota memakmurkan masjid, maka Allah akan Memakmurkan kota Bengkulu yang kita cintai,” papar Helmi Hasan.

Sementara itu, Ustaz Dani Hamdani yang mengisi tausiah mengatakan bulan suci Ramadan merupakan bulan yang penuh kasih sayang. Sebagai wujud kasih sayang itu, Allah SWT menjadikan ramadan sebagai bulan untuk kita mensucikan diri, bulan yang penuh pengampunan, bulan yang yang menghapuskan dosa-dosa.

Dengan momentum bulan suci Ramadan ini, ia pun mengakan seluruh umat islam untuk menjalankan ibadah puasa dan melaksanakan solat serta meningkatkan amalan ibadah.

“Mari kita puasa dengan menjalankan semua amalan amalannya, percuma kita puasa bila hanya mendapatkan haus dan lapar saja,” ungkapnya. (Adv)

KBR, Tangerang | Kepala Kepolisian Resort Kota Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif menyebut, personel gabungan TNI-Polri siap melakukan pengamanan kepada warga yang akan turut aksi di Jakarta, 22 Mei mendatang. Menurutnya, pengamanan itu untuk memastikan warga yang menjadi masda aksi di Jakarta berangkat dalam kondisi aman.

"Tentu ada semacam pemeriksaan guna memastikan tidak massa aksi yang membawa barang berbahaya atau barang yang dilarang oleh hukum," ujarnya saat memimpin Apel Pengamanan TNI-Polri di halaman Gedung Serba Guna (GSG), Puspemkab Tangerang, Senin (20/5/19).

Sabilul menegaskan, pemeriksaan pengamanan bukanlah penghadangan atau upaya mempersulit. Menurutnya, menyampaikan pendapat di muka umum dilindungi hukum. Pengamanan itu, lanjutnya justru upaya memberikan jaminan rasa aman dan nyaman kepada massa aksi.

"Tentu semua tak ingin aksi itu disusupi oleh orang yang tidak bertanggung jawab dengan membawa barang berbahaya, dilarang hukum, atau memiliki tujuan mengacau," terangnya.

Sabilul mengemukakan, akan menindak tegas apabila ditenukan adanya massa aksi yang membawa barang berbahaya seperti senjata tajam atau sejenisnya. Ia menyebut tak segan untuk memproses dan melakukan penegakkan hukum. Orang yang membawa barang berbahaya, kata Sabilul, dipastikan tak akan dapat berangkat ke Jakarta.

Sabilul menyebut, pengamanan kepada massa aksi yang akan bertolak ke Jakarta dipusatkan di beberapa titik. Yaitu di Gerbang Tol Balaraja Barat, Gerbang Tol Balaraja Tumur, Gerbang Tol Kedaton Cikupa, Stasiun Kereta Api Daru Tigaraksa, dan dibeberapa titik di wilayah hukum Polda Banten khusunya Kabupaten Tangerang yang akan dijadikan lokasi keberangkatan massa aksi.

Adapun massa yang akan diamankan bukan hanya massa yang berasal dari Kabupaten Tangerang. Melainkan, juga yang berasal dari beberapa daerah yang melintas di Kabupaten Tangerang. Sabilul mengimbau masyarakat untuk tidak turut aksi ke Jakarta. Ia menyebut, hanya bisa memberi imbauan. Selebihnya masyarakatlah yang menentukan.

"Ini bukan sweeping, bukan razia, hanya pemeriksaan yang difokuskan kepada kendaraan mobil dan motor, serta barang bawaannya guna memastikan tidak barang yang dilarang hukum," tukasnya.[Janri]

KBR, Jakarta | Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto mendatangi Polda Metro Jaya malam ini. Kedatangan Prabowo ke Polda Metro Jaya untuk membesuk Eggi Sudjana dan Lieus Sungkharisma, yang ditangkap dalam kasus tuduhan makar.

Prabowo hadir bersama para tokoh nasional dan purnawirawan Jendral TNI Polri seperti Amien Rais, Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto, Neno Warisman, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, Jubir BPN Prabowo-Sandi Dahnil Anzhar Simanjuntak, Laksana TNI (Purn) Tedjo Edhi, Marsekal TNI (Purn) Imam Sufaat, Irjen Pol (Purn) Abimanyu, Letjen TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoedin, serta Letjen TNI (Purn) Agus Sutomo.

Meski demikian, Prabowo bersama rombongan tidak diizinkan masuk untuk menjenguk Lieus dan Eggi dengan alasan sudah melewati jam besuk. Prabowo menjelaskan bahwa, kedatangannya pada malam hari ini seharusnya dapat diperbolehkan atas alasan kemanusiaan.

"Kita bisa beri suatu asas pertimbangan kemanusiaan tapi kita hormati kewenangan saudara (polisi), kita hormati saudara," ungkap Prabowo di halaman Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (20/5/2019) usai tak diizinkan masuk oleh pihak kepolisian.

Prabowo menjelaskan bahwa dirinya bersama rombongan baru bisa menjenguk Eggi Sudjana dan Lieus Sungkarisma pada malam hari ini karena pada siang tadi banyak aktivitas yang harus ia jalankan dan untuk menghormati yang berpuasa. Apalagi, Lieus hingga saat ini tidak mau memakan makanan yang disediakan oleh pihak kepolisian dari saat ia ditangkap.

"Banyak kegiatan tadi siang. Ini juga sekalian untuk sahur karena Pak Lieus tidak mau makan," ungkapnya.

Meski tak diizinkan menjenguk, tetapi Prabowo tetap memberikan makanan untuk para pejuang demokrasi tersebut dengan membawakan makanan nasi padang.

"Bawa Nasi padang buat Pak Eggi dan Pak Lieus. Kita ingin tinggalkan makanan sahur ya, sabar yaa yang bener pasti menang, yang bener pasti menang terimakasih ya," papar Prabowo.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyinggung sikap pihak kepolisian yang memeriksa tokoh nasional Permadi pada malam hari. Padahal Permadi hanya menyuarakan kebenaran tetapi dituduh melakukan perbuatan makar. Ditambah, kondisi usia Permadi yang sudah senja dan tidak seharusnya diperiksa cukup lama dan dilakukan malam hari oleh pihak kepolisian.

"Pak Permadi kan usianya sudah berapa sudah stroke berkali kali kan kalau ditahan malam-malam agak gimana ya, aneh ya. Beliau kan usia sudah 80 tahun," sesalnya.[Janri]

Jakarta, INFO_PAS - "Pembinaan, Monitoring, Pengawasan, Pengendalian dan Penindakan (BinTorWasDalDak) terhadap hak-hak dasar narapidana menjadi fokus utama Pemasyarakatan," ucap Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Sri Puguh Budi Utami saat memberikan pengarahan kepada Kepala Divisi Pemasyarakatan seluruh Indonesia di ruang Sahardjo Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Senin (20/5)

Dikesempatan tersebut Utami menyampaikan pesan Menteri Hukum dan HAM RI agar jajaran Pemasyarakatan kembali mengintensifkan dan memperhatikan betul hak-hak narapidana apakah sudah dilaksanakan dengan baik atau belum.

Utami berharap bahwa jerih payah petugas Pemasyarakatan dalam memberantas narkoba jangan sampai diputarbalikkan menjadi suatu isu yang menimbulkan hal negatif.

"Saat melakukan penindakan harus terukur sesuai standar operasional prosedur dan based on regulation," pesan Menteri Hukum dan HAM RI yang disampaikan Utami.

Selain itu, Utami juga berpesan kepada seluruh Kadiv PAS untuk segera mengimplementasikan revitalisasi pemasyarakatann sesuai rencana yang sudah disiapkan bagaimanpun kondisi yang terjadi saat ini.

Sementara itu Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Ibnu Chuldun, mengatakan bahwa saat ini Pemasyarakatan meloloskan sebanyak 63 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan dan Direktorat Teknologi Informasi dan Kerjasama Ditjen PAS untuk memperoleh predikat Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBK WBBM).

"Disaat UPT berlomba-lomba untuk memperoleh WBK WBBM, tugas dan fungsi petugas Pemasyarakatan juga harus selaras dan didukung," ujar Ibnu.

Ibnu menyebut bahwa Pemasyarakatan harus fokus BinTorWasSalDak dan revitalisasi penyelenggaraan pemasyarakatan. "Semunya harus berjalan paralel," tegasnya.

Dari pertemuan tersebut melahirkan 10 butir Pernyataan Bersama, tentang optimalisasi tugas dan fungsi serta pemenuhan hak-hak narapidana, layanan Pemasyarakatan, yang ditandatangani seluruh Kadiv PAS dan jajaran pimpinan tinggi Ditjen PAS.[Janri]

KBR, KENDAL | Perwakilan ex karyawan PT. Tossa Motor dan Tossa Agro yang di dampingi oleh Dewan Pimpinan Daerah Federasi serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan, Minyak, Gas Bumi dan Umum (DPD FSP KEP) Jawa Tengah mendatangi kantor Bupati Kendal, mereka meminta supaya pihak pemerintah mempertemukan mereka dengan Direktur PT. Tossa Shakti Group Kendal, Senin (20/05/2019)

Informasi yang di terima oleh koranburuh.com bahwa kedatangan mereka ke kantor Bupati Kendal untuk mengadukan permasalahan kekurangan pesangon ex karyawan PT. Tossa Motor dan Tossa Agro yang belum terbayarkan.

Mediasi tersebut dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda)  Bpk. Toha dengan diawali penyampaian masalah dari perwakilan PT. Tossa Motor dan Tossa Agro sedangkan dari perusahaan mengirimkan 2 orang perwakilannya, setelah dilakukan Mediasi ternyata hasilnya belum juga menemukan kesepakatan atau belum ada etikad baik dari pihak perusahaan untuk memberikan hak/pesangon ex karyawannya dengan alasan tidak mempunyai uang untuk bayar.

Sekretaris DPD SP KEP Jawa Tengah, Heri indrianto AMd, mengatakan bahwa permasalahan tersebut belum menemukan titik terang dengan pihak manajemen PT. Tossa Shakti.

"Kami sangat kecewa karena Direktur Tossa Shakti tidak mau hadir secara pribadi tetapi diwakilkan oleh manager Agro & Tsm Tedjo A dan HRD & GA Corporate yang notabennya tidak punya kewenangan untuk menentukan kebijakan," kata Sekretaris DPD FSP KEP Jawa Tengah, Heri indrianto AMd

Kami berharap pihak Pemerintah dan juga Disnakertrans bisa menjadi mediator yang baik, tetapi dalam perundingan kali ini mereka tidak bisa berbuat banyak.

Disisilain Ex karyawan tetap meminta sisa pesangaon bisa dibayarkan secepatnya (sebelum lebaran) sedangkan pihak perusahaan tetap bersikukuh tidak bisa bayar dengan alasan tidak punya uang dan tidak bisa memberikan solusi.

Jadi Kesimpulannya akan diagendakan pertemuan lagi yang harus di hadiri Direktur dan Direktur Utama PT. Tossa Shakti secara pribadi (tidak boleh diwakilkan) harapanya bisa memberikan keputusan perundingan yg baik.

Apabila permasalahan ini tidak bisa diselesaikan melalui perundingan kami dari perangkat DPD FSP KEP Jateng siap turun aksi untuk meminta kejelasan ke Pihak Perusahaan, pungkasnya. [Mus]

 

Editor : Sujarwo

Page 1 of 14