Friday, 22 March 2019 | Login
Koran Buruh

Koran Buruh

KBR Tangerang - Design Produk Sanitari Roca ramah lingkungan, air di Kamar mandi solusi kenyamanan tata air di Rumah, Apartement, Hotel, Kantor di pamerkan di ajang tahunan Indo Build Teach ICE BSD Tangerng, 20 -24 /3/19.

Emilio Ferrer,  Direktur Roca Indonesia, mengatakan, selama 3 tahun di Indonesia Brand Roca tidak kalah kwalitas dengan produk sejenis, di Hall Booth X-Z3, ICE, Pameran 600 m2, di pajang Produk Roca. Mr Emillio Ferrer mengatakan sejak 2016 Roca di Indonesia telah banyak, ikut pembangunan berkelanjutan berbagai sektor, produk ini hemat air, teknologi tepat guna.

Roca telah membuat Kegiatan Sosial di NTT, ketesediaan air bersih bagi masyarakat, dan keseimbangan lingkungan alam dengan manusia dan hemat air. Kelvin Tjandra Managing Directur Roca Sebaran produk Roca telah tersebar di Jawa dan Bali tahun 2018, tahun ini melebar ke Sumatra, Kalimatan, Sulawesi. Pabrik Rico di Cikupa seluas 7,4 Hektar sedang tahap finising dan tryel, dan masih tahap pengurusan sertifikat iso dan green Indonesia.

Sedangkan Showroom 1000 m2 ada di Jalan Senopati 4 lantai, Kebayoran Baru Jakarta, produk di pajang di sana semua, ujarnya. Roca telah di pakai Developer du Summarecon Serpong, Bekasi, Soho.Kami hadir memberi layanan prima, dan purna jual. Roca Sendiri Berdiri Bendera PT. Roca Trading Indonesia. dan di Bantu 2 distributor. Fauzan Romdhan Marketing Manager, mengatakan harga brand ini menengah mulai dari Rp 1.5 Juta, juga memfasilitasi instalasi jika di butuhkan.(JGS)

Tangerang, KBR | Indonesia adalah negara yang beraneka ragam (suku, bahasa, tradisi, adat istiadat, budaya). Kebebasan beragama pun menjadi hal yang di lindungi oleh Negara. Kebhinekaan telah disepakati sebagai harga mati bagi kelangsungan Negara ini, namun masih dibutuhkan komitmen yang kuat dari Negara untuk menjaganya, agar toleransi bukan sekedar menjadi selogan tetapi nafas dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.

Siti Masrifah berpesan kepada masyarakat Kabupaten Tangerang untuk terus merawat keberagaman dan kerukunan antar sesama.

“Persatuan dan kerukunan harus selalu di tunjukkan, nilai-nilai kesopanan, tenggang rasa, kesantunan, budi pekerti yang luhur. Mari kita bersama menjaga persatuan, menjaga persaudaraan, menjaga kerukunan (Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Watoniyah) semangat Islam harus sinergi dengan Nasionalisme (semangat kebangsaan),” kata Siti Masrifah.

Siti Masrifah menyampaikan hal itu dalam acara sosialisasi empat pilar kebangsaan (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI) yang di selenggarakan di Gedung UPT SKB (sanggar kegiatan belajar) Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, yang dihadiri 150 peserta terdiri dari masyarakat umum dan organisasi kemasyarakatan, Kamis (07/3/2019).

Siti Masrifah memberikan advokasi dan mengajak masyarakat untuk tetap memegang dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

“Hati-hatilah dalam menerima informasi lewat media sosial, budayakan tabayun. mari membangun rekonsiliasi kebaikan, bersatu hindari segala hal yang tidak produktif. Marilah kita jaga nilai-nilai toleransi, saling menghargai perbedaan tradisi, saling menghormati antar suku, antar umat beragama. Islam yang moderat, Islam yang mampu menghargai saudara kita yang lain” tuturnya.

Siti Masrifah mengatakan perbedaan yang ada di Indonesia adalah anugerah yang diberikan Allah SWT. Indonesia memiliki 714 suku dengan 1.100 bahasa daerah.

“Kita ini saudara sebangsa dan setanah air. Kita ini adalah anak-anak ibu pertiwi yang akan selalu menjaga, merawat, melestarikan dan mengukir sejarah yang ditorehkan para pahlawan, Kalau engkau bukanlah saudaraku dalam satu keyakinan, maka engkau tetaplah saudaraku dalam satu kebangsaan, “ sambungnya.

Di akhir acara, Siti Masrifah menegaskan pentingnya memasyarakatkan kembali kebhinnekaan, Pancasila serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya kepada seluruh masyarakat, dan mengembalikan masyarakat pada akar budaya dan jati dirinya sebagai bangsa Indonesia. Bila semua bersatu bersinergi, bahu membahu demi negeri ini, maka Indonesia akan menjadi negara yang kuat, Aman, dan maju dalam peradapan.” pungkasnya. (Red)

Tangerang, KBR | Indonesia adalah negara yang beraneka ragam (suku, bahasa, tradisi, adat istiadat, budaya). Kebebasan beragama pun menjadi hal yang di lindungi oleh Negara. Kebhinekaan telah disepakati sebagai harga mati bagi kelangsungan Negara ini, namun masih dibutuhkan komitmen yang kuat dari Negara untuk menjaganya, agar toleransi bukan sekedar menjadi selogan tetapi nafas dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.

Siti Masrifah berpesan kepada masyarakat Kabupaten Tangerang untuk terus merawat keberagaman dan kerukunan antar sesama.

“Persatuan dan kerukunan harus selalu di tunjukkan, nilai-nilai kesopanan, tenggang rasa, kesantunan, budi pekerti yang luhur. Mari kita bersama menjaga persatuan, menjaga persaudaraan, menjaga kerukunan (Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Watoniyah) semangat Islam harus sinergi dengan Nasionalisme (semangat kebangsaan),” kata Siti Masrifah.

Siti Masrifah menyampaikan hal itu dalam acara sosialisasi empat pilar kebangsaan (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI) yang di selenggarakan di Gedung UPT SKB (sanggar kegiatan belajar) Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, yang dihadiri 150 peserta terdiri dari masyarakat umum dan organisasi kemasyarakatan, Kamis (07/3/2019).

Siti Masrifah memberikan advokasi dan mengajak masyarakat untuk tetap memegang dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

“Hati-hatilah dalam menerima informasi lewat media sosial, budayakan tabayun. mari membangun rekonsiliasi kebaikan, bersatu hindari segala hal yang tidak produktif. Marilah kita jaga nilai-nilai toleransi, saling menghargai perbedaan tradisi, saling menghormati antar suku, antar umat beragama. Islam yang moderat, Islam yang mampu menghargai saudara kita yang lain” tuturnya.

Siti Masrifah mengatakan perbedaan yang ada di Indonesia adalah anugerah yang diberikan Allah SWT. Indonesia memiliki 714 suku dengan 1.100 bahasa daerah.

“Kita ini saudara sebangsa dan setanah air. Kita ini adalah anak-anak ibu pertiwi yang akan selalu menjaga, merawat, melestarikan dan mengukir sejarah yang ditorehkan para pahlawan, Kalau engkau bukanlah saudaraku dalam satu keyakinan, maka engkau tetaplah saudaraku dalam satu kebangsaan, “ sambungnya.

Di akhir acara, Siti Masrifah menegaskan pentingnya memasyarakatkan kembali kebhinnekaan, Pancasila serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya kepada seluruh masyarakat, dan mengembalikan masyarakat pada akar budaya dan jati dirinya sebagai bangsa Indonesia. Bila semua bersatu bersinergi, bahu membahu demi negeri ini, maka Indonesia akan menjadi negara yang kuat, Aman, dan maju dalam peradapan.” pungkasnya. (Red)

Jakarta | Dewan Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan, Minyak Gas Bumi Dan Umum (DPP FSP KEP) melakukan Audensi dengan BPJS Kesehatan, di Jakarta Pusat, Jumat (01/03/2019)

Dalam Audiensinya, mereka membahas terkait dengan adanya Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) No. 51 Tahun 2018, tentang Pengenaan Urun Biaya dan Selisih Biaya dalam Program Jaminan Kesehatan.

Selain itu mereka juga menyampaikan beberapa poin terakit dengan lemahnya pelayanan Faskes selama ini, termasuk pelayanan Rumah Sakit.

Wakil Ketua Umum DPP FSP KEP-KSPI Sahat Butar Butar mengatakan bahwa usulanya supaya MOU antara BPJS Kes dengan pihak Klinik dan RS, tentang Hak dan Kewajiban peserta BPJS, dapat ditempel secara terbuka disetiap faskes, katanya

Menurutnya setiap regulasi yang terbit, supaya pihak BPJS kesehatan, mensosialisasikan secara terbuka dan intebsip, sehingga masyarakat mengetahui sebelumnya, ujarnya

Terkait dengan usulan tersebut pihak BPJS pun menyetujui dan akan ditindak lanjuti.

Ia beranggapan bahwa dengan adanya regulasi yang tumpang tindih dan yang menyimpang dari tujuan awal SJSN sangat merugikan peserta, “Usulan kita agar dievaluasi oleh pihak BPJS,”

“Khususnya aturan yang dibuat oleh direksi BPJS, tentang sistim Kavitasi, Rayonisasi, Kartu peserta sistim single identiti, supaya disesuaikan dengan amanat UU 40 dan UU No.24, karena sistim kavitasi dan rayonisasi tidak sejalan dengan sistim jaminan kesehatan nasinoal,”Jelas Sahat

Selain itu, usulan ini juga akan disampaikan ke pimpinan dan untuk Kartu peserta, mereka mengakui masih ada kendala dengan Kependudukan.

“Permintaan ini sudah lama dan seharusnya sudah harus selesai. Bagi kawan-kawan yang sudah punya kartu peserta yang masih hasil print, agar meminta kantor cabang BPJS segera menggantinya,”imbuhnya

Khusus terhadap terbitnya Permenkes No.51. Mereka menjelaskan, untuk iuran biaya belum berlaku, karena masih membutuhkan Juklak dan masih memerlukan kajian.

Kita sudah menyampaikan, bahwa peserta penerima upah (pekerja), keberatan untuk membayar biaya tersebut dan meminta supaya usulan ini nantinya dimasukan dalam kajian dan juklak apabila akan diterbitkan juklaknya, pungkasnya ( Jr )

Karanganyar, KBR | Dewan Pimpinan Cabang Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi Pertambangan Minyak Gas Bumi Dan Umum (DPC FSP KEP KSPI) Kabupaten Karanganyar mendeklarasikan dukungan kepada Dwi Hartati Kader Organisasi FSP KEP pada pemilu legislatif April 2019 Mendatang.

Ketua DPC FSP KEP Kabupaten Karanganyar Danang Sugiyatno mendeklarasikan dukungan tersebut di depan puluhan pengurus DPC Dan PUK di kawasan Jaten Minggu (10/02/2019). Di belakangnya, Dwi Hartati tampak diam mendengarkan ucapan dan dukungan itu.

"Kami memutuskan untuk mendukung Dwi Hartati dalam Pileq April 2019 mendatang. Pertaruhan tentang air mata istri dan anak, enggak boleh ada yang menangis lagi. Kaum buruh dekat kemiskinan, dan hanya Dwi Hartati yang mau menandatangani kontrak sosial dengan kami," tutur Danang.

Teguh Murdiyanto Staff Khusus Ketua Umum DPP FSP KEP yang turut hadir menyampaikan dukungan ini murni karena suara buruh selama ini kurang diperhatikan. Harapan satu-satunya mari sukseskan kader buruh untuk masuk parlemen sehingga bisa lebih mewarnai perjuangan kaum buruh. ini kerja-kerja politik harus kita lakukan untuk kesejahteraan buruh dimasa mendatang tandas Teguh dengan berapi-api.

Dalam kesempatan ini kedua belah pihak juga menandatangani kontrak sosial. Dalam kontrak sosial itu terdapat beberapa butir perjanjian. Diantaranya, kesejahteraan, janji peningkatan perlindungan buruh di Kabupaten Karanganyar.

Dalam Kesempatan yang sama Sunandar, SH Ketua Umum DPP FSP KEP mengajak seluruh buruh di Karanganyar khususnya di dapil V (Jaten, Kebakkramat, Tasikmadu) untuk menyukseskan pencaleqan Dwi Hartati April mendatang. Ia juga meminta seluruh buruh untuk memanfaatkan media sosial guna memenangkan Dwi Hartati. Hal itu diamini oleh para buruh yang hadir.

"Mulai sekarang semua buruh harus memenangkan Caleg dari Buruh, dengan mensosialisasikan kepada anggota keluarganya maupun kepada masyarakat, karena ini menyangkut masadepan Buruh dan anggota keluarganya Kusunya di Kabupaten Karanganyar," tegas Sunandar Ketua Umum FSP KEP

Ahmad Zainudin Ketua DPD FSP KEP Propinsi Jawa Tengah menjelaskan alasannya untuk mendukung Dwi Hartati adalah karena hanya inilah jalan menuju kesejahteraan buruh dengan memasukkan kader buruh di parlemen. "hanya Dwi Hartati yang mau menandatangani kontrak sosial dengan KSPI," terang dia.

Ucapan itu diiringi riuh suara hadirin yang hadir dan kembali membakar peserta dengan jargon-jargon dukungannya kepada Dwi Hartati dan Yel Yel buruh. [Deb Penyo]

JAKARTA, KBR| Ketua DPR RI Bambang Soesatyo bersyukur ekspor perdana PT. Banjarnegara Agromandiri Sejahtera (PT BAMS) yang memproduksi kripik buah organik, bisa berjalan baik pada hari ini. Pelepasan ekspor perdana PT BAMS ini dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Banjarnegara, Drs. Indarto.

"Setelah sukses dengan ekspor perdana keripik nangka organik dan Salak organik dari Banjarnegara ke Jerman diharapkan sampai dengan Desember 2019 nanti bisa dilanjutkan dengan ekspor produk lainnya dari hasil pertanian Kabupaten Banjarnegara dan sekitarnya. Seperti, keripik nangka muda organik, pepaya dan keripik salak organik sebanyak 22 kontainer dengan nilai mencapai Rp 22 milyar," ujar Bamsoet di Jakarta, Sabtu (3/11/18).

Legislator Dapil Jawa Tengah VII yang meliputi Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara dan Kebumen ini menjelaskan, PT. BAMS telah dirintis sejak tahun 2011. Setelah melalui kajian mendalam, baru direalisasikan pada 2015 dengan keyakinan bisa membantu mendongkrak perekonomian masyarakat Banjarnegara. Sekaligus sebagai sumbangsih kepada warga di daerah pemilihan di dapilnya. Terlebih, Banjarnegara memang dikenal sebagai daerah unggulan penghasil buah, seperti salak dan nangka.

"Saat ini karyawan yang bekerja terus menuju angka 100 orang dengan target 300 karyawan. Kita juga memberdayakan sekitar 300 petani organik lokal setempat. Sebagai negara agraris, sangat disayangkan jika hasil pertanian tidak kita olah lebih lanjut untuk mendapatkan nilai tambah ekonomi. Melalui kegiatan pabrikasi berskala ekspor, saya ingin buktikan kepada dunia bahwa hasil pertanian Indonesia tak kalah dibanding negara tetangga, seperti Thailand, Vietnam dan Malaysia," tutur Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia yang juga Politisi Partai Golkar ini juga meminta doa restu masyarakat agar PT. BAMS bisa terus meningkatkan kapasitas produksinya. Produk keripik buah dari 1 kontainer sebulan (4 ton) menjadi 2 kontainer sebulan (8 ton), produk buah dalam kaleng 3 kontainer sebulan dan produk buah dalam kemasan plastik pouch sebanyak 1 kontainer sebulan.

"Insya Allah peningkatan produksi bisa berbanding lurus dengan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat setempat. Utamanya para petani. Kita juga berikan pemberdayaan dan berbagai pelatihan sehingga buah hasil pertaniannya bisa bagus," papar Bamsoet.

Mantan Ketua Komisi III DPR RI ini menuturkan, berbagai produk unggulan pabriknya seperti keripik salak organik, keripik nangka organik, keripik buah naga organik, dan juga makanan Indonesia dalam kemasan telah mendapatkan sertifikasi organik Eropa dan Amerika dari Control Union. Berbagai pameran juga telah diikuti, seperti ANUGA (Perancis), THAIFEX (Thailand), BIOFACH (Jerman) dan TRADE EXPO INDONESIA (ICE BSD, Indonesia).  

"Melalui kesuksesan ekspor perdana ini, saya mengajak generasi muda lainnya juga ikut tergerak memajukan daera hnya masing-masing. Peluang usaha di segala bidang terbuka lebar, tinggal bagaimana kita bisa melihat dan memanfaatkannya untuk kemakmuran bersama," pungkas Bamsoet. (*)

JAKARTA, KBR | Anggota Unit Reskrim Polsek Tambora Polres Metro Jakarta Barat,dalam waktu kurang dari 24 jam berhasil mengungap dan menangkap IK (32) dan SU (31) pelaku pencurian uang. Akibat kejadian tersebut korban Indomaret mengalami kerugian sekitar Rp 45Juta.

Kapolsek Tambora Kompol Iver Son Manossoh SH didampingi Kanit Reskrim AKP Supriyatin, S.H,. MH mengatakan, pelaku sebelumnya melapor ke Polisi sebagai korban perampokan yang dibuang di tol.

"Pelaku yang pada awalnya untuk meyakinkan Petugas dan mengaku sebagai korban perampokan," tutur AKP Supriyatin SH MH Sabtu (03/11/2018).

AKP Supriyatin menjelaskan, awalnya pada Jumat (02/11/2018) sekitar jam 05.30 wib Polsek Tambora menerima laporan tentang kasus perampasan mobil hino indomart dengan menggunakan senpi yang berisi uang tunai sekira Rp. 45 juta yang dilaporkan oleh pelaku IK.

Dengan adanya laporan tersebut dan keuletan serta kegigihan Anggota Reskrim Tambora yang dipimpin Kanit Reskrim AKP Supriyatin dan Panit Iptu Eko Agus S SH melakulan penyelidikan dan olah SKP serta berkordinasi dengan jasa marga dan PJR dan sekira jam 07.30 wib mendapat informasi mobil box hino No pol B 9421CR warna hijau ditemukan oleh PJR Tol Sudiyatno berada di km 18 arah Bandara Soekarno-Hatta selanjutnya team langsung mengambil barang bukti tersebut.

Setelah barang bukti mobil diketemukan langsung team melakukan prarekonstruksi mulai dari tkp awal yang dilaporkan hingga tempat korban dibuang oleh pelaku.

"Jadi dari hasil prarekontruksi tersebut kami menemukan beberapa kejanggalan keterangan korban dengan situasi di lapangn sehingga kami melakukan penyelidikan yang lebih intensif kepada korban," tuturnya.

AKP Supriyatin mengatakan, kemudian pada Jumat malam IK akhirnya mengakui bahwa semua laporan/cerita yang dibuat adalah bohong dan sebenarnya IK dibantu oleh SU mengambil uang yang ada di mobil.

Pelaku merusak gembok dan mengambil uang serta membuang gembok, brankas dan kunci roda di pinggir kali daerah PIK Penjaringan Jakarta Utara setelah itu uang disimpan oleh SU dan mobil ditinggalkan di pinggir tol Sudiyatmo km 18 arah bandara.

Lalu pelaku melukai badannya dan merobek baju serta membuat laporan ke Polsek Cengkareng namun ditolak lalu di Polsek Penjaringan ditolak karena TKP bukan di wilayah tersebut namun di wilayah hukum Polsek Tambora yang selanjutnya korban membuat laporan di Polsek Tambora.

Kepada Para Pelaku Bisa dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman Hukuman Penjara maksimal 7 tahun, demikian di tuturkan.

(humas Polsek Tambora)

Mataram, KBR | Serikat Pekerja Nasional (SPN) Provinsi NTB menolak dan melawan kenaikan upah sebesar 10,28%.

Dalam pernyataan rillisnya, Wirasakti Ketua SPN NTB menganggap Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat sangat tidak berempati dengan buruh, hal ini terbukti dengan keputusan Pemerintah provinsi yang kemudian menaikan upah hanya sedikit beda dengan keputusan yang di edarkan oleh kemenaker dengan menaikan upah sesuai keinginan rezim kekuasaan sekarang.

Wira menyayangkan, "Sungguh sangat tidak bisa di terima akal sehat ketika harga BBM naik, harga sembako melambung,Tarip Dasar Listrik naik, biaya pendidikan anak sekolah mahal, daya beli kaum buruh menurun dan buruh hidup dalam keterbatasan akibat bencana gempa akan tetapi pemerintah dengan mudahnya mematok kenaikan upah sebesar hanya 10,28%"

Kami Serikat Pekerja Nasional Provinsi NTB akan tetap melawan dan meminta Gubernur untuk merubah dan menaikan upah sebesar 15%."Kata Wira".

Kami tidak asal meminta kenaikan 15% akan tetapi kami juga mendorong Gubernur NTB untuk memberikan perhatian khusus kepada buruh yang paling terkena dampak dengan kenaikan harga - harga yang makin tidak terkendali.

Sudah sewajarnya Gubernur menaikan upah sebesar 15% mengingat NTB merupakan daerah yang sangat potensial dan menjadi tujuan wisata kelas dunia. Sungguh memalukan jika daerah yang banyak menjadi tujuan wisata tapi buruhnya tesandera oleh kemiskinan."kritiknya"

Sekali lagi SPN Provinsi NTB akan terus mendesak dan melakukan segala macam perlawanan dan kami berencana melakukan aksi pengerahan masa sebagai bentuk perlawanan terhadap kebijakan Gubernur yang tidak berpihak kepada nasib buruh."pungkasnya.(Ach.S)

Tangerang, KBR | Camat Kosambi, Kabupaten Tangerang pertanyakan peningkatan Jalan Jati Mulya–Dadap. Pasalnya, dari dimulainya pelaksanaan proyek hingga saat ini, tidak ada pemberitahuan sama sekali terkait peningkatan jalan tersebut.

Camat Kosambi, Toni Rustani menjelaskan, pihaknya sama sekali tidak mengetahui kontraktor mana yang mengerjakan proyek peningkatan jalan senilai Rp17.846.760.000 itu.

Menurut camat, sudah sewajarnya bila kontraktor yang akan mengerjakan proyek tersebut konfirmasi ke aparatur setempat.

“Sampai sekarang pekerjaan jalan di daerah Jati Mulya-Dadap itu, saya belum tau siapa yang ngerjain. Seyogyanya kontraktor yang mengerjakan konfirmasi ke aparatur setempat apa lagi pekerjaan itu setau saya dengan nilai cukup besar,” keluh Toni Rustani kepada koranburuh.com, Sabtu (03/11/2018).

Disamping itu, pihaknya kerap menerima keluhan dari masyarakat kalau jalan yang sedang dikerjakan tersebut menimbulkan kemacetan yang cukup panjang serta debu yang dapat mengganggu pernafasan.

“Sudah berapa banyak warga yang datang ke kecamatan mengeluhkan kondisi jalan mengeluhkan kondisi macet dan jalanan berdebu. Tapi saya mau ngomong apa, saya saja tidak tau siapa kontraktornya,” ungkapnya.

Toni berharap agar pihak kontraktor benar-benar serius dalam pengerjaan proyek peningkatan jalan tersebut.

“Kepada kontraktor yang melaksanakan proyek itu, tolong percepat pengerjaan proyeknya agar kemacetan tidak berlarut-larut,” jelasnya.

Kerjakan sebaik-baiknya karna angaran pembangunan ini dari uang rakyat dengan hasil sebaik-baiknya, Tambah Camat.

Temuan Tim Media SKU Demkratis di lapangan di duga banyak kejanggalan dari proyek ini seperti susahnya konfirmasi Ke pelaksana siapa pelaksana Proyek tersebut, karna tidak ada di lokasi beberapa kali kunjungan sehingga transparansi Panjang Lebar dan tinggi di duga banyak yang mennyimpang.(JGS)

Lombok Barat - Peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan LVII (PPRA 57) Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) RI hari ini Jumat 7/9 mengunjungi sejumlah lokasi pengungsian korban gempa Lombok yang berada di Dusun Bentaur, Desa Taman Sari, Gunungsari, Lombok Barat. 
 
Kehadiran Mereka ditengah-tengah para pengungsi merupakan sebuah pengobat rasa trauma bagi warga yang kini kehilangan tempat tinggal akibat Gempa berkekuatan 7.0 SK yang disusul gempa-gempa berikut yang berakibat luluh lantahnya ribuan pemukiman warga disejumlah titik diwilayah Lombok.
 
Dalam kunjungan tersebut, para peserta PPRA Angkatan 57 Lemhanas RI tersebut memberikan bantuan berupa 1.100 selimut dan 10 unit MCK portabel. 
 
Adapaun Perwakilan PPRA 57 terdiri dari para Perwira Mabes Polri, Kombes Pol Hadi Gunawan; Perwira Angkatan Darat Singapura, Colonel Lek Seng Khoon; serta advokat, Alemina. Mereka menyempatkan berbincang dengan warga dusun yang jauhnya 2 km dari jalan utama.
 
Menurut Khoon, dirinya merasa terpanggil sebab selama satu tahun belakangan ini menimba ilmu di Indonesia. “Indonesia sudah banyak membantu saya di sekolah Lemhanas. Saya ingin membalas budi. Semoga warga Lombok dapat terus bersemangat,” tuturnya dalam bahasa Indonesia yang cukup lancar. 
 
Selain itu, Adi juga menambahkan, PPRA 57 diikuti 100 peserta, dimana keseluruhannya  turut menyumbang dalam penggalangan dana bantuan. 
 
Selanhutnya, Dana tersebut digunakan untuk pengadaan selimut dan pembangunan 10 unit WC umum. Dikatakan, “Pengungsi di sini masih memerlukan kebutuhan dasar. Itu yang kita berikan. Ada beberapa titik yang memang masih kekurangan,” kata mantan Kapolres Sumbawa Barat ini. 
 
Kadus Bentaur, Murhat mengungkapkan, sejumlah 215 rumah rusak berat terdampak gempa 7,0 SK pada Minggu (5/8) petang. Hingga saat ini masih ada 175 kepala keluarga yang tersebar di tenda-tenda pengungsian. “Warga saya 680 jiwa mengungsi. Rumah-rumah sudah diverifikasi. Semuanya rusak berat,” ujarnya. 
 
Perwakilan PPRA 57 tersebut kemudian meninjau pembangunan WC umum portabel di dusun Lendang Re, Desa Lembah Sari, Batulayar, Lombok Barat, dan Dusun Kerandangan, Desa Senggigi, Batulayar Lombok Barat. Sebanyak empat unit telah dibangun. WC umum portabel PPRA 57 juga sedang dibangun di dusun Klui, Mangsit, Malimbu, dan Mentigi, Desa Malaka, Pemenang, Lombok Utara. (Ach.S)

 

 
 
 
Page 1 of 3