Saturday, 22 July 2017 | Login
Keberhasilan Produksi Pertanian NTB dipuji Pusat

Keberhasilan Produksi Pertanian NTB dipuji Pusat Featured

Koran Buruh. Menteri Pertanian Republik Indonesia, melalui Direktur Serelia Kementerian Pertanian RI, Drs. Ir. Nanda Simunda, M.P. memuji peningkatan produksi pertanian yang dialami Provinsi NTB saat ini, baik dari segi peningkatan hasil pertanian maupun luas lahan pertanian yang terus mengalami peningkatan.

“Saat kami rapat pimpinan senin lalu, saya bersyukur kepada Allah SWT, bekerja dengan orang-orang baik di NTB kita mendapat pujian yang tinggi dari menteri terkait realisasi kebijakan. Target yang ditetapkan bagi NTB melampaui kurang lebih 103 persen, ada kelebihan 3 persen. Prestasi ini sangat kita banggakan”, ungkapnya saat Gerakan Panen Padi Serentak, di Desa Batu Kumbung, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Senin (29/02/2016).

Gerakan Panen Padi Serentak, dengan tema Panen Serentak Stok terjamin merupakan program pusat yang dicanangkan Menteri Pertanian, khusus di 7 Provinsi sentra pangan nasional, yaitu NTB, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan.

Peningkatan produksi beras, menurutnya menjadi salah satu kunci ketahanan pangan nasional, karena produksi pertanian yang terigrasi dari hulu ke hilir ikut menentukan keberhasilan distribusi pangan di Indonesia.

“Tahun ini, Kementerian Pertanian menargetkan produksi gabah kering, sebanyak 76,23 juta ton. Di akhir Februari produksi beras ditargetkan 5 juta ton. Sedangkan Panen Raya untuk keseluruhan wilayah di Indonesia diperkirakan terjadi pada maret dan April ditargetkan 14,52 juta ton”, jelasnya di di hadapan Gubernur NTB, Dr.TGH. M. Zainul Majdi, Sekda Lombok Barat, Pangdam IX, Kepala Dinas Pertania Provinsi NTB dan Lombok Barat serta seluruh kelompok tani yang ada di Lombok Barat.

Untuk mencapai terget tersebut, Lanjut Nanda telah memperbaiki infrastuktur, pemberian benih gratis, subsidi pupuk, serta memberikan alat mesin kepada petani berupa mesin tanam, mesin panen, traktor dan pompa air. Dan di acara tersebut diserahkan bantuan alat-alat tersebut kapada para petani.

Terkait itu, Gubernur NTB menyampaikan panen raya tersebut menunjukkan bahwa iktiar petani di seluruh wilayah NTB telah berhasil dengan baik.

“Insya Allah kalau dari segi ikhtiar, petani kita tidak perlu dipertanyakan lagi. Tidak perlu dipertanyakan bagaimana rajinnya mereka, tidak perlu dipertanyakan bagaimana gigihnya mereka. Tapi yang perlu menjadi perhatian adalah bagaiman kita sebagai perangkat pemerintahan ini menfasilitasi semangat, ikhtiar, kegigihan dan kesungguhan dari petani kita”, ungkap Gubernur di hadapan para petani dan peserta kegiatan.

Namun saat itu, Gubernur harus mengentikan sementara sambutannya karena Menteri Pertanian, Andi Arman Sulaiman menghubungi Gubernur lewat Handphone yang ingin berbicara dengan masyarakat dan petani yang hadir saat itu. “Silahkan pak menteri”, persilahkan Gubernur.

Lewat Handphone tersebut, Menteri Pertanian menyampaikan akan terus memberikan bantuan kepada para petani sebagai bentuk dukungan kepada mereka untuk meningkatkan hasil pertanian.

“Saudaraku, sahabatku petani se-NTB, tolong turun ke sawah, tanam serentak, olah serentak, panen serentak, sehingga tidak membiarkan lahan tidur, petani tidur, traktor tidur dan dana tidur. Salam hormat kepada Bapak Gubernur yang luar biasa,” ungkap Menteri Pertanian yang disambut tepuk tangan para petani.

Kemudian, Gubernur NTB melanjutkan sambutannya. Gubernur menyampaikan ada sekitar seratus  ribu ton yang merupkan surplus hasil pertanian di NTB. Karena itu menurutnya, tidak ada alasan untuk menggantungkan konsumsi beras pada provinsi di luar NTB.

“Masyarakat NTB bisa memenuhi kebutuhannya dengan apa yang diproduksi di dalam daerah. Kalau bapak, ibu, saudara sekalian memang dalam memastikan ketersediaan sepanjang tahun perlu ada manajemen stok yang baik. Jangan suruh petani untuk memikirkan manajemen stok tersebut”, jelas orang nomor satu di NTB tersebut.

Sehingga, menurut Gubernur, untuk menciptakan manajemen stok yang baik berpaku pada dua hal, yaitu kompetensi dan niat baik. Kompetensi, lanjut Gubernur bisa saja ada yang terkait kompetensi teknis yang dapat mengukur dan menghitung angka dan secara faktual dapat dievaluasi. Namun, menurutnya itu belum cukup, harus dilengkapi dengan niat baik.

“Mari kita semua berniat baiklah untuk kesejahteraan petani kita. cukup-cukuplah kita yang meletakkan petani dan pertanian pada sektor yang marginal”, jelasnya.

Sementara itu, saat dialog dengan para petani, H. Jumahir, yang mewakili petani Lombok Barat yang hadir menyampaikan beberapa kendala yang dihadapi di lapangan, seperti harga gabah yang murah, adanya keinginan pemerintah pusat yang akan mengimpor beras dari luar, serta fasilitas alat mesin yang masih terbatas.

“Pak Gubernur, kami punya kendala juga terkait penyaluran pupuk. Yang menyalurkan Pupuk Urea dan SP ini distributornya beda. Sehingga kami kurang efektif menebus pupus ke beberapa tempat tersebut. maunya kami di satu tempat saja, agar memudahkan kami”, harap Ketua Kolompok Tani Padegirang tersebut. Menanggapi hal tersebut, Gubernur akan segera berkoordinasi dengan semua pihak, termasuk pemerintah pusat untuk menyelesaikan kendala yang dihadapi para petani.

000