Foto/Istimewa Foto/Istimewa

Dompet Dhuafa Ajak Masyarakat "Jangan Takut Berbagi" Featured

KBR. TANGERANG - Berbagi merupakan hal yang mudah bagi manusia di dunia ini. Namun jarang masih ada saja yang kurang berbagi terhadap sesama manusia. Indonesia sebagai negara menderma dengan tingkat tertinggi di Dunia, Indonesia menjadi negara paling dermawan di dunia menurut Charities Aid Foundation (CAF).

Dalam laporannya tentang CAF World Giving Index per Oktober 2018, Indonesia menempati posisi teratas dari 144 negara yang disurvei oleh lembaga ini. “Ramadhan kurang dua bulan lagi, dengan semangat berbagi, Dompet Dhuafa mengusung tema JANGAN TAKUT BERBAGI sebagai tagline dalam menyambut Ramadhan.

Semangat berbagi tersebut mengajak seluruh lapisan masyarakat bersama Dompet Dhuafa bahkan rekan-rekan jurnalis maupun blogger yang terlibat pada hari (Kamis, 21/03) di Islamic Karawaci Institut Kemandirian.

Cerminan Hamdani ID (36) yang merupakan difabel namun dia tidak segan untuk memberikan ilmu dan kemampuan yang dimiliki untuk diberikan ke rekan-rekannya, dengan semangat dari keterpurukan,” ujar drg. Imam Rulyawan, MARS., sebagai Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi.

Hamdani biasa disebut Dani mengatakan, “Saya yakin, dengan kondisi seperti ini, saya harus bisa bangkit. Saya tidak bisa terus-menerus seperti ini. Pasti ada takdir Allah yang lain, kenapa harus kaki saya dihilangkan,”. Berbagi tidak hanya dengan ilmu maupun pengetahuan yang kita miliki, berbagi bisa dengan berwakaf bahkan membantu sebuah perubahan yang ada disekitar kita. Hal ini diilhami oleh sepasang suami istri yang berikhtiar (Alm. Prof. Drs. Amir Radjab Batubara dan Istri) saat masih aktif bekerja, beliau selalu meluangkan waktu akhir pekannya untuk memberikan pengajaran pada anak-anak yatim dan dhuafa di rumahnya.

Ketika berkunjung ke daerah-daerah, beliau selalu meminta seseorang untuk mencarikan anak yatim yang bisa dibantu. Sudah tidak terhitung jumlahnya anak-anak yatim yang beliau sekolahkan dan diberikan biaya hidup. Amir Radjab Batubara juga dikenal sebagai sosok guru. Beliau merupakan bapak dari anak-anak dhuafa. Beberapa tahun lalu mereka memiliki gedung dan lahan di daerah Karawaci, Tangerang.

Lahan tersebut kemudian diwakafkan melalui Dompet Dhuafa oleh keluarganya. Di sana berdiri Institut Kemandirian sebagai wujud cintanya kepada kaum dhuafa yang didedikasikan dalam bentuk Pendidikan Keterampilan (vocational training) bagi kaum dhuafa. Berbagai pelatihan keterampilan kerja untuk kaum muda dari kalangan pengangguran dan dhuafa se Indonesia.

Institut Kemandirian hadir sebagai solusi bagi remaja-remaja dhuafa yang selama ini belum banyak tersentuh bantuan dan program-program kemanusiaan. Institut Kemandirian Dompet Dhuafa merupakan wujud pengentasan masalah pengangguran dan kemiskinan di bidang kejuruan seperti teknisi otomotif sepeda motor, teknisi telepon seluler, tata busana atau menjahit, salon muslimah, IT desain grafis dan video editing.

Selain program-program pelatihan reguler, Institut Kemandirian juga melaksanakan program-program kerjasama dengan pihak mitra. Untuk mewujudkan kemandirian yang diinginkan, inilah semangat berbagi yang kami maknai dan terkandung dalam “Jangan Takut Berbagi”.

Dompet Dhuafa adalah lembaga nirlaba milik masyarakat indonesia yang berkhidmat mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum dhuafa dengan dana ZISWAF (Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf), serta dana lainnya yang halal dan legal, dari perorangan, kelompok, perusahaan/lembaga). Selama 25 tahun lebih, Dompet Dhuafa telah memberikan kontribusi layanan bagi perkembangan ummat dalam bidang sosial, kesehatan, ekonomi, dan kebencanaan serta CSR.

Design Grafis salah satu jurusan peltihan selama 3 x setahun dengan kuota 10 Perserta per angkatan selaib hardware, ms office, corell, edit filem, instalasi juga di ajarkan siswannya dari NTT, NTB Aceh, setelah lulus magang, tahap seleksi, minimal SMU dan batasan umur ada 52 tahun ada pernah ikut, ujar Ajis

Instruktur Ajis menambah kan awalnya Full teori baru Langsung Praktek bedanya dengan BLK di luar di sini ada karakter buliding, di sediakan asrama dampingi sampai mandiri, ujar Ajis Rusli Kurniawan Intruktur Teknisi HP di groupnya banyak di pelajari speaker, buzzer, mic, tipe android, mati total, korslet, software. Alumni support kumunikasi terus melaui group WA , di sini 1 bulan, magang 1 bulan ada baksos, sediakan.

Harapan alumni bisa punya skill punya usaha kerja sesuai jurusan,akan di bimbing mau kerja, ursaha sendiri. Instruktur Sodik alumni Design Baju melakukan pekerjaan tunik ,gamis celana, hasilnya bakti sosialkan sambil belajar Peserta pelatihan dari Lombok Abul Azis, selama 2 bulan mengatakan lalukan pengenalan mesin, cara gubakan, rancang pola gambar baju, pola skala, skala besar tempel, baju gamis, jarum pentul. Rencana nya Isyalallah buat usaha sendiri, buka usaha cari modal buka alat kerja, ujarnya.(Hms)

Penulis : Janri Ginting

Read 324 times