Tuesday, 13 November 2018 | Login
(Foto/Istimewa) (Foto/Istimewa)

Presiden Jokowi Bagikan 6000 Sertifikat PTSL Pada Warga Kota Tangerang Featured

Tangerang, KBR | Masyarakat Kota Tangerang menerima Sertifikat Tanah Sistem Lengkap (PTSL) Tahun 2018 di Area Sogo Alam Sutra, Panunggangan, Kota Tangerang.

Kehadiran Presiden Jokowi dalam rangka membagikan sertifikat Tanah di Kota Tangerang di dampingi Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto, Gubernur Banten Wahidin Halim, Walikota Kota Tangerang Arif Wismansyah, H Sachruddin, Kepala BPN Provinsi Banten Andi Tanri Abeng, Kepala BPN Kota Tangerang Candra Genil, dan Walikota Tangerang Selatan Airin Rahmini Diany.

BPN Kota Tangerang mengundang Masyarakat Penerima Sertifikat di datangkan dari Seluruh Kelurahan Kota Tangerang, sudah rapi menanti pembagian sertifikat secara simbolis oleh Presiden Jokowi, dari pukul 11.00 Minggu 4/11/18.

Mentri Agraria Sofyan Jalil dalam sambutannya mengatakan, Tahun 2019 Tanah di tangerang akan semua di sertifikatkan, agar tidak ada lagi konflik, sengketa masalah tanah.

Tahun 2018 Target sertifikat 7.000.000 bidang tanah dan 2019 sebanyak 9.000.000 bidang di seluruh Indonesia agar konflik tanah berkurang, ujar Sofyan Jalil.

Tanah yang telah bersertifikat bisa di gunakan agunan usaha di bank pemerintah dengan bunga yang rendah, jangan ke rentenir lagi ujar Sofyan Pada Peserta penerima PTSL.

Penerima perwakilan dari warga Kota Tangerang sebanyak 12 orang menerima langsung dari Presiden Jokowi.

Jokowi Dalam Sanbutanya mengatakan selama 2 hari di Banten, ini merupakan rentetan kegiatan yang telah masuk dalam rutenya, mohon maaf jika waktu mundur karna banyak agenda yang ia kerjakan melonceng dari jadwal.

Jokowi menambahkan target 7.000.000 sertifikat tahun 2018 akan di tingkatkan tiap tahun sehingga 126.000.000 bidang tanah bisa tercapai di seluruh Indonesia.

Saya mendapati sengketa lahan di mana-mana kunjungan saya, saya telah berkunjung ke 80 % Kota/Kabupaten di Indonesia.

Percepat proses Sertifikasi agar sengketa bisa di hindari, 1 Tahun BPN hanya mampu selesaikan 500.000 sertifikat. Sehingga dengan program ini proses percepatan sengketa lahan bisa di hindari.

"Sertifikanya di simpan baik baik masukan plastic, di fotocopy pertinggal" Jika sertifikat mau di agunkan ke Bank , gunakan sebaiknya agar menjadi produktif berguna bagi keluarga dan usaha investasi tambah Jokowi.[Janri]

Read 53 times