Tuesday, 14 August 2018 | Login
LSM KIBAR : Peringati Hari Perempuan Internasional "SAYANGI IBU, SELAMATKAN BAYI"

LSM KIBAR : Peringati Hari Perempuan Internasional "SAYANGI IBU, SELAMATKAN BAYI" Featured

Koran Buruh. Tingginya angka kematian Ibu dan Bayi di Indonesia 70 tahun merdeka ternyata memiliki angka yang cukup tinggi. Padahal program Angka Kematian Ibu (AKI) sudah menjadi program dunia yang telah di sepakati bersama Program Milenium Development Goals (MGDs). Di akui oleh Menkes RI. Prof. Dr. Nila Muluk, data terakhir periode 2012 - 2013 angka kematian Ibu kembali meningkat hingga mencapai 359 per 100 ribu kelahiran hidup. Padahal tahun 2015 pemerintah bertarget bisa menurunkam 163 per 100 ribu kelahiran hidup " ujur Lidya Bakrie, S Psi

Angka ini sangat memilikan jauh melampaui angka penyalahgunaan Narkoba, BNN Tahun 2015 mencapai 15 ribu orang dianggap darurat Narkoba. AKI di Indonesia mencapai 21 ribu (359 per 100 ribu kelahiran). Mestinya sudah di katakan darurat AKI ujur Managing Director Rumah Sehat Amira Lidiya Bakrie, S Psi lagi.

Angka kematian Ibu di Indonesia tertinggi di ASEAN survei demografi dan kesehatan Indonesia (SDKI) 2012. Angka kematian ibu di Indonesia 359 ibu meninggal dunia per 100 ribu kelahiran hidup, Singapura paling rendah 3 ibu meninggal dunia per 100 ribu kelahiran hidup, Malaysia 5 ibu meninggal dunia per 100 ribu kelahiran hidup, Thailand 8 -10 ibu meninggal dunia per 100 ribu kelahira hidup, Vietnam 50 ibu meninggal dunia per 100 ribu kelahiran hidup.

Menurut catatan Depkes di Indonesia 65 persen kematian Ibu dan 58 persen kematian bayi dan balita di sumbang oleh 64 kabupaten di sembilan propinsi : Sumut, Sumsel, Lampung, DKI, Banten, Sulsel, Jabar, Jateng, dan Jatim. Melihat Kondisi ini perlunya peningkatan kemampuan mendeteksi dini bagi bidan di seluruh Indonesia, pemeriksaan yang dilakukan teknologi USG kebidanan yang mudah dan murah.

Bidan merupakan sasaran pelatihan ketrampilan ultrasonik kebidanan (USG), AKI lebih banyak berkaitan dengan deteksi dini, ketika bayi berada dalam kandungan 28 minggu ke atas, atau menjelang si ibu melahirkan bayinya, sistuasi dan kondisi ini menentukan apalah bisa melahirkan normal, selamat, dan jabang bayi. Dokter kandungan, obsgin, jelas bisa mengetahui dengan ketrampilan, pengalaman, dan peralatan yang canggih tapi umumnya berada di kota.

Berlakunya MEA, masuknya tenaga medis asing mempengaruhi Tenaga medis Indonesia, Kita perlu mempersiapkan tenaga kesehatan kita terutama bidan ujung tombak di desa-desa dan tempat yang jauh. Contohnya : Meningkatan keterampilan bidan dengan teknologi hanya membutuhkan 300 juta untuk 100 orang bidan di tolak Pejabat Pemerintah yang berlatar belakang koperasi,
Sebagai Perempuan mempunyai hak untuk memminta kepada Pemerintah untuk menetapkan : Daruat AKI, dan Pemerintah berkewajiban untuk meningkatkan keterampilan Bidan dalam Ante Natal Care Teknologi (USG Kebidanan) terutama yang tinggal daerah desa - desa terpencil.

Di sampaikan pada Seminar " Sayangi Ibu,, Selamatkan Ibu Tekan Angka Kematian Ibu"
LSM KIBAR dalam rangka memperingati Hari Perempuan International hari Selasa 8 Maret 2015 di Kantor DPP LSM KIBAR, Jln. Hos Cokroamonoto No 55-57 Menteng, Jakarta Pusat.(JG)

Read 1353 times