Friday, 15 December 2017 | Login
Sholat Sunah Gerhana Matahari Total

Sholat Sunah Gerhana Matahari Total Featured

Koran Buruh, Mataram. Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi menggelar sholat sunah khusuf Gerhana bersama masyarakat. Di Masjid Raya At-Taqwa Kota Mataram, Rabu (09/03/2016). Sholat khusus gerhana sendiri merupakan sholat yang disunnahkan oleh rasulullah SAW sebagai bentuk ketundukkan manusia atas kebersaran Allah melalui fenomena alam gerhana matarhari tersebut. Ini fenomena tersebut merupakan kesempatan langka yang mungkin hanya dapat dilakuka  sekali seumur hidup.

Hadir dalam sholat itu sekda NTB, H. Muhammad Nur, SH.MH, Kapolda NTB, Brigjen Pol Drs. Umar Septono SH,MH, Danrem Mataram, Kolonel Czi Lalu Rudy Irham Srigede, ST, MSi. tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda. Sementara Ust. Muhammad Zaini bertindak sebagai imam pelaksanaan sholat tersebut. Sebelum sholat, Gubernur menyampaikan bentuk amalan yang disunnahkan saat peristiwa gerhana tersebut, diantaranya sholat sunnah gerhana, besedekah, berzdikir, beristigfar dan amalan-amalan lain yang disunnahkan.

Selain itu, Gubernur menitip doa kepada seluruh jamaah yang hadir untuk mendoakan NTB dan Bangsa "Selain mendoakan keluarga, saya mengajak jamaah sekalian untuk mendoakan juga NTB dan negara kita tercinta, Indonesia agar diberkahi dan dijauhkan dari marabahaya", ungkap gubernur saat menyampaikan sambutan sekaligus tata cara sholat sunnah gerhana Gubernur juga menjelaskan fenomena gerhana matahari tersebut merupakan bentuk kasih sayang Allah yang telah mengatur peredaran matahari dan bulan agar manusia tetap dapat bertahan hidup di bumi. Karena itu, Orang nomor satu di NTB tersebut berpesan untuk banyak besyukur dan berdoa dengan landasan iman dan keberserahan diri kepada Allah.

"Itulah yang membuat ikhtiar-ikhtiar manusiawi kita ini sebagai manusia, baik secara personal maupun kolektif sebagai suatu masyarakat NTB akan membuahkan hasil yang paling baik, kalau dilandasi keimanan dan keberserahan diri kepada Allah", ungkap gubernur saat diwancara media. Sementara itu, Khotib, Ust. Munajib kholid menyampaikan bulan, bintang dan matahari senantiasa beredar pada poros yang sudah ditentukan oleh Allah SWT, dan itu merupakan tanda-tanda kebersaran Allah bagi orang beriman.

"Ditegaskan dalam agama Islam bahwa matahari dan bulan bukan berputar secara alamiah dengan sendirinya tetapi atas ketentuan Allah SWT. Sehingga Rasulullah memerintahkan, jika kita menyaksikan gerhana matahari dan bulan, maka laksanakan sholat, bukan untuk menyembah matahari atau bulan, tetapi menyembah Allah SWT yang mengatur terjadinya gerhana tersebut", jelas khotib dalam khutbahnya. Selain itu, fenomena gerhana tersebut merupakan peristiwa yang akan mendekatkan diri manusia dengan penciptanya, dengan memperbanyak istigfar atas dosa dan kesalahan selama ini.(Ach.S)

000