Saturday, 18 November 2017 | Login
DPRD Kabupaten Lobar Pertanyakan Pelayanan RSUD Tripat Gerung

DPRD Kabupaten Lobar Pertanyakan Pelayanan RSUD Tripat Gerung Featured

Koran Buruh, Lombok Barat. Seorang Pasien kecelakaan Lalin asal Kuripan Utara mengalami pembusukan di kaki kanan dan tak memiliki BPJS Kesehatan untuk digunakan di RSUD Tripat Gerung,Selasa 15/3 Dijenguk Anggota Dewan dari Fraksi Gerindra H Nursaid.kakinya tersebut harus segera diamputasi. Sementara pihak rumah sakit belum melakukan tindakan apapun

Ditengarai,pihak rumah sakit tidak mampu memberikan layanan lanjutan. Ini di karenakan pasien tidak mampu membayar biaya pengobatan,disisi lain pasien ini bahkan tidak memiliki kartu BPJS maupun KIS,Sehingga pihak Rumah Sakit Khawatir pasien tersebut tak mampu bayar perawatan dan pengobatan dibebankan padanya dan keluarga.

Pasien mengalami kecelakaan sebulan yang lalu sepulang merantau dari Bali dan luka tersebut tidak kunjung sembuh bahkan semakin parah dan membusuk.
Mustiadi dilarikan ke RSUD Tripat Gerung oleh keluarga tetapi belum bisa ditangani karena tidak memiliki BPJS Kesehatan maupun KIS. Nursaid memutuskan untuk mengulurkan bantuan. Ia akan membayar seluruh biaya pengobatan hingga operasi. Menurutnya, hal ini menjadi PR bagi dewan kedepan untuk memperjuangkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin.

“Saya akan sisihkan sedikit gaji saya untuk bayar cicilan perawatan selama di rumah sakit ini,” tukasnya.Ia berjanji akan mendiskusikan hal ini dengan kepala daerah. Selain itu, ia juga akan mengkomunikasikan dengan Dinas Kesehatan Lobar. terutama terkait penganggaran dana sebesar 2,4 miliar untuk kesehatan masyarakat. Kemana saja anggaran tersebut disalurkan. “Apakah hanya untuk ibu hamil dan bayi? Sementara masih banyak masyarakat miskin lainnya yang tidak mampu membayar biaya pengobatan,” tuturnya.

Ia juga akan melakukan pemanggilan pada leading sektor empat. Tujuannya untuk menindaklanjuti apa yang bisa dilakukan di masa mendatang. Khususnya masalah kemiskinan masyarakat Lobar. Sangat miris melihat kondisi masyarakat miskin. Sebagai wakil rakyat ia tidak ingin diam begitu saja terhadap kondisi tersebut. Harus ada tindakan nyata untuk membantu mereka.

Ia juga memahami posisi dokter yang belum bisa mengambil tindakan lanjutan. Terlebih status pasien masih belum jelas. Namun menurutnya, apakah hal itu bisa menjadi tolak ukur untuk menolong orang. Hal seperti ini tentu dapat membahayakan nyawa pasien jika tak segera ditolong.

Sementara itu, Dr Krismayana mengatakan telah menangani pasien sejak masuk Unit Gawat Darurat. Ia bersama perawat tetap memberikan pelayanan meskipun pasien belum memiliki status jelas. Namun, semua juga perlu pertimbangan pihak keluarga. Terutama soal penanganan pasien. “Tetap kita layani namun sisanya berhubungan dengan bagian administrasi. Kita tetap melakukan pelayanan pada pasien sesuai sumpah kami,” jelasnya.

Sementara itu, Nursahan, ayah Mustiadi sangat senang atas kunjungan tersebut. ia sangat berterima kasih atas bantuan untuk pengobatan anaknya. Ia sangat berharap Mustiadi segera ditangani oleh pihak rumah sakit. Anaknya tersebut dapat segera melakukan operasi pada kakinya yang tampak sudah mengalami pembususkan.(Ach)

000