Sunday, 19 November 2017 | Login
Komitment Petani NTB Tak Pernah Mundur

Komitment Petani NTB Tak Pernah Mundur Featured

Koran Buruh, NTB. Sekitar pukul 01. 30 Wita seplepas sholat Zuhur, Panglima TNI Jendral TNI Gatot Nurmantyo dan Kepala Staf Angkatan Darat Jendral Mulyono beserta Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. TGH . M. Zainul Majdi tiba di acara penen raya yang digelar di Area Balai Benih Induk Padi Palawija Holtikultura Unit Produksi Benih Desa Puyung Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah Sabtu, (02/04/2016). 

Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. TGH . M. Zainul Majdi bersama Panglima TNI Jendral TNI Gatot Nurmantyo dan Kepala Staf Angkatan Darat Jendral Mulyono langsung melakukan panen rayamenggunakan kendaraan khusus pemotong padi yang disiapkan oleh Dinas Pertanian Provinsi NTB. 

Kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan kontrak antara pemerintah daerah NTB dengan Bulog, dan pada kesempatan itu juga dilakukan Penyerahan alat dan mesin pertanian secara simbolis oleh gubernur kepada Dandim se-pulau Lombok yang diwakili dandim 1606 Lobar dan Dandim 1620 Loteng berupa alat mesin tanam padi jajar legowo sebanyak 15 unit , traktor roda dua sebanyak 5 unit dan dalam keseampatan yang sama Panglima TNI menyerahkan secara simbolis bibit padi pariatas kartika 182 sejumlah satu ton kepada Gabungan Kelompok Tani ‘’maju bersama Kecamatan Jonggat Lombok Tengah.

Gubernur Nusa Ternggara Barat Dr. TGH. M. Zainul Majdi Mengatakan Nusa Tenggara Barat adalah salah satu dari 8 Provinsi di indonesia yang telah ditetapkan sebagai super focus penyangga produksi beras secara nasional. Hingga saat ini masyarakat NTB masih tetap bersemanagat dan bekerja keras mensukseskan program pemerintah swasembada pangan.

‘’Alhamdulillah NTB tak pernah mundur dari komitment itu dimana 47 % tenaga kerjanya terserap di sektor pertanian yang dengan kerja keras mereka, selalu setiap tahun menghasilkan produksi yang melebihi target secara nasional”, jelas gubernur.

Gubernur menegaskan pada tahun 2015 kenaikan produksi beras di NTB dibanding 2014 sudah mencapai angka sekitar 12% jauh dari rata- rata peningkatan produksi nasional dan ini menunjukkan bahwa semangat para petani di NTB masih cukup kuat untuk mensukseskan program swasembada pangan.

“Alhamduliilah untuk tahun 2016 ini juga kalau dilihat dari statistik yang ada insya Allah meningkat jauh dibanding 2015 lalu , jadi kalau dari sisi komitment petani NTB , masayrakat NTB untuk melaksanakan amanah dari pemerintah pusat menjadi salsh satu lumbung Pangan Nasional , Insya Allah kami laksanakan amanah itu dengan sebaik baiknya ‘’ujarnya.

Diwaktu yang sama Kepala Staf Angkatan Darat Jendral TNI Mulyono menambahkan NTB salah satu Lumbung Nasional Yang saekarang saedang diwujudkan, menurutnya hal ini merupakan salah satu potensi bagi masyarakat NTB sebagai manan yang dicanangkan Presiden RI bahwa dalam waktu 3 tahun ini Indonesia harus swasembada dalam hal pangan ,ini merupakan suatu hal yang menjadi pemacu bagi masyarakat NTB agar supaya potensi yang sudah ada ini betul-betul digarap dengan baik.  

‘’Saat ini peresiden bersama menteri selalu mencari solusi untuk bagaimanan meningkatkan produksi pangan kita baik dari manajement dan kebutuhan alat-alat pertanian, ini adalah ikhtiar kemudian kementerian pertanian sudah menggandeng TNI ada 30 000 babinsa bersama-sama mewujudkan program ini sejak tahun 2015 lalu dan hasilnya sduah meningkat secara nasional sekitar 5,8% dari tahun sebelumnya’’,ujarnya.

Kemudian , Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menjgharapkan kerjasama seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah untuk secara bersama-sama dan tetap bersemangat mensukseskan program swasembada pangan agar amenjadi bangsa yang kuat dimasa yang akan datang ‘’Kalau petani sudah dikasi alat dan bibit serta pendampingi dan hasilnya melebihi target dan dijual dibawah harga pemerintah akhirnya petani tidak bersemangat dan ini menjadi tanda tanda kehancuran bangsa ‘’ jelasnya.

000