Wednesday, 26 September 2018 | Login
Foto | Lokasi Tanggul Kali Citandui saat di Tinjau Foto | Lokasi Tanggul Kali Citandui saat di Tinjau

Tanggul Kali Citandui Kritis, Warga Dusun Sidadadi Resah Featured

Cilacap, KoranBuruh | Warga Dusun Sidadadi, Sidanegara  Kecamatan Kedungreja, Kabupaten Cilacap, Jateng,  sangat resah atas kondisi tanggul kali Citandui, karena kondisinya sudah sangat kritis.

Informasi yang dihimpun oleh koranuruh.com, Selasa malam menyebutkan, keresahan warga itu, karena apabila tanggul tersebut jebol maka akan membanjiri permukiman warga itu.

Sujarwo salah satu warga Dusun Sidadadi mengatakan kondisi tanggul kali Citandui sudah sangat kritis, warga khawatir tanggul di Dusun Sidadadi tidak mampu lagi menahan luapan air di musim hujan yang berpotensi jebol. "Saat ini saja Kondisi Tanggul sudah sangat kritis jarak bantaran kali ke tanggul tinggal beberapa meter saja, kalau tidak segera di tangani bisa jadi nanti akan jebol," katanya

Iapun menjelaskan bahwa warga Dusun Sidadadi sudah lama melaporkan kondisi tanggul yang sudah kritis tersebut, "Awalnya saya mendapat laporan dari warga yang kebetulan kami mempunyai Group di Wahtsap yang di namai Group Grabizan Rancah Gantung, kemudian saya teruskan laporan tersebut ke Gubernur Jawa Tengah (Ganjar Pranowo) baik lewat pesan Whatsap, maupun lewat Twetternya dan saya sampaikan juga ke Ibu Sri Satini Al Nyai Anggota DPRD Kabupaten Cilacap Dapil III yang saat itu masih di Komisi D, alhamdulilah sangat respon,"

Dari hasil pengaduan tersebut, DPU SDA TARU Jawa Tengah melakukan peninjauan lapangan bersama perangkat Desa Sidanegara antaralain, Satiman Kepala Desa , Agus Salim Kepala Dusun Sidadadi, Alig Suhardi, ST. Balai PU SDA TARU Serayu Citandui, Tarso Korpokla Citandui dan Abdul Gani Babinsa Kecamatan Kedungreja, ke lokasi longsoran kali citandui. Minggu (22/07)

Sementara itu, Anggota DPRD kabupaten Cilacap Sri Satini Al Nyai mengatakan, "Sudah saya laporkan dalam rapat Komisi Daerah pada kamis, 16 april 2015 tentang kondisi Tanggul Kali Citanduy yang sudah kritis di Desa Patimuan, ke BBWS Banjar, dari Menganti sampai Rawaapu, yang meliputi 5 (lima) Desa antaralain, Desa Bojongsari, Rejamulya, Sidanegara, Patimuan dan Sidamukti, tetapi untuk tahun ini baru realisasi yang Patimuan sekita Rp. 3.673.990.000," katanya

Dikutip dari akun Twetter DPU SDA Jateng, bahwa dari kajian awal hal-hal yang akan dilakukan adalah tanggap darurat berupa perkuatan tebing tanggul dengan memasang trucuk bambu/glugu di bantaran dan pembangunan counterweight berupa bronjong yang diisi tanah untuk penahan agar tanah tidak bergerak turun serta pembangunan bokongan dikaki tanggul luar dari karung plastik diisi tanah.

hasil dari peninjaun tersebut penanganan permanen akan kami dorong ke BBWS Cintadui untuk disiapkan desainnya tahun ini dan pelaksanaannya tahun ini juga atau paling lambat awal tahun depan. (Jrw)

Read 991 times