Sunday, 21 October 2018 | Login
(Foto/Istimewa) (Foto/Istimewa)

PGRI Dukung Perjuangan Guru Honorer Featured

Bengkulu, KBR – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bengkulu, mendukung perjuangan guru honorer yang menuntut diangkat menjadi pegawai negeri Sipil.

PGRI menilai tuntutan itu wajar dilakukan. Karena guru honorer ada yang sudah berpuluh tahun mengabdi mendidik anak bangsa.

Ketua PGRI Kota Bengkulu, Hery Suryadi M.Pd menuturkan, keluhan para guru honorer, termasuk di Bengkulu menjadi perhatian serius pengurus besar PGRI untuk memperjuangkan nasib para honor agar mengangkat honorer menjadi PNS.

Pengurus Besar PGRI pusat telah menggelar pertemuan dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), membicarakan pengangkatan tenaga honorer itu sebelum dikeluarkanya formasi umum CPNS.

“Pertemuan itu membicarakan solusi persoalan honorer, dan telah menghasilkan kesepakatan dan diusulkan ke DPR RI,” katanya.

Pada pertemuan PB PGRI, Menpan-RB bakal berkonsultasi ke DPR RI. Dari hasil konsultasi itu, Men-PAN RB bakal mengeluarkan regulasi baru bagi honorer tanpa melihat batasan usia. 

Munculnya formasi perekrutan guru CPNS dari jalur umum saat ini, dinilai memantik kecemburuan para tenaga honorer. PGRI menilai pemerintah mengabaikan kesejahteraan tenaga honorer yang telah mengabdi hingga puluhan tahun pada negara.

“Masa mereka sudah mengabdi puluhan tahun, tetapi disamakan dengan pegawai yang baru tamat. Kami mengharapkan Men-PAN RB mengeluarkan regulasi baru CPNS untuk honorer, sehingga saat pengangkatan nanti bisa serentak dengan CPNS formasi umum,” imbuhnya.

"Kalau regulasi pengangkatan guru honorer tidak segera keluar, aksi turun kejalan para guru kemungkinan tidak bisa dibendung. PGRI pun meminta pemerintah secepatnya mengatasi hal itu,”tandasnya.

Seperti diketahui jumlah pegawai honorer Kategori dua (K2) di Provinsi Bengkulu mencapai 1.700 orang. Tenaga pendidikan di Kota Bengkulu mencapai 460 orang. (Yok)

Read 46 times