Friday, 22 March 2019 | Login
(Foto/Istimewa) (Foto/Istimewa)

Demi Meringankan Beban Para Korban Tsunami Anyer-Lampung, FSP KEP Lakukan Penggalangan Dana Solidaritas Kemanusiaan Featured

Cilegon, KBR | Musibah tsunami dan gelombang tinggi yang menimpa warga Banten dan Lampung pada Sabtu (22/12/2018) malam lalu telah menimbulkan rasa empati berbagai kalangan. Bantuan pun hingga kini terus mengalir, baik berupa makanan, pakaian, maupun obat-obatan.

Guna membantu meringankan beban para korban, Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan, Minyak Gas Bumi dan Umum (FSP KEP) melalui surat intruksi yang dikeluarkan oleh DPP FSPKEP-KSPI menghimbau sekaligus mengajak DPD FSP KEP, DPC FSP KEP dan PUK SP KEP di seluruh Indonesia untuk menggalang dana solidaritas kemanusiaan yang kemudian akan disalurkan kepada para korban di Banten dan Lampung.

Melalui pesan singkat dari pengurus DPP FSP KEP-KSPI Jakarta yang diterima koranburuh.com, Kamis (27/12/2018), menyebutkan, jumlah bantuan terkumpul hingga kini telah mencapai Rp. 26.960.000 juta. 

Namun, hingga berita ini diturunkan, aksi penggalangan dana kemanusiaan masih terus dilakukan. Hal itu untuk memberikan kesempatan bagi kalangan anggota lain untuk memberikan donasi melalui program peduli bencana. Oleh karena itu, jumlah dana yang terkumpul dipastikan akan terus bertambah mengingat hari ini merupakan hari ke dua masuk kerja bagi para pegawai setelah menjalani masa libur panjang dan cuti bersama.

Ketua Umum FSP KEP-KSPI Sunandar ikut prihatin dengan kejadian yang menimpa warga Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang, Banten, serta Kabupaten Lampung Selatan, Lampung. “FSP KEP merasa prihatin. Belum lagi bencana Lombok, Palu, dan jatuhnya pesawat Lion Air di perairan Karawang selesai, kini muncul bencana baru di Banten dan Lampung. Melalui bantuan yang diberikan FSP KEP, diharapkan akan sedikit meringankan beban penderitaan bagi para korban,” katanya.

Seperti diberitakan, pada Sabtu malam pekan lalu telah terjadi bencana tsunami dan gelombang tinggi di Selat Sunda. Munculnya tsunami diduga karena longsoran bawah laut dari erupsi anak gunung Krakatau. Akibat kejadian tersebut, ratusan nyawa melayang dan ribuan orang terluka. Ribuan warga yang selamat juga mengungsi ke tempat-tempat yang lebih aman. Tak hanya itu, tsunami juga telah menghancurkan berbagai infrastruktur, kendaraan, rumah-rumah penduduk, serta tempat-tempat penginapan di kawasan wisata. (Jrw)

Read 319 times