Friday, 13 December 2019 | Login
Foto | Basuki Hadi Muldjono, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution dan Direktur Bisnis Produk Industrial, Heru Puryanto Foto | Basuki Hadi Muldjono, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution dan Direktur Bisnis Produk Industrial, Heru Puryanto

Excavator Mini 50 Buatan PT Pindad Buatan Anak Bangsa Siap Ramaikan Industri Alat Berat Featured

KBR. Tangsel - Pindad memperkenalkan secara resmi Ekskavator varian terbarunya yakni Pindad Excava 50, Mini Excavator kelas 5 ton pada pameran Indobuildtech dl ICE BSD, Tangerang, Kamis, (21/03/19).

Produk diresmikan secara langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Basuki Hadi Muldjono, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution dan Direktur Bisnis Produk Industrial, Heru Puryanto.

Pindad Excava 50 tergolong Mini Excavator, yaitu Jenis alat berat yang fungsinya untuk menyelesaikan beragam pekerjaan ringan seperti pemindahan saluran pembuangan air, membuang material sisa, mengurug tanah, dan pekerjaan ringan lainnya yang berkaitan dengan konstruksi. Selain itu, Excava ini juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan perkebunan dan kehutanan.

Dengan ukuran yang lebih kecil dibandingkan Ekskavator 20 ton, Pindad Excava SO memiliki keunggulan kemudahan mobilisasi, ringan dan mudah dioperasikan. Excava ini memiliki bobot 5 Ton, power 35 kW/2.300 rpm, max. torque 165 Nm/1.650 rpm, traveling speed 3,5 km/h, swing speed 11 rpm dan kapasitas bahan bakar sebanyak 75 liter. Kapasitas produksi Excava 50 yakni 1 unit/hari.

Tingkat Kandungan Dalam Negeri (T KDN) sebesar 40% saat memasuki tahap produksi massal. Excava ini mempunyai basic desain yang serupa dengan Excava 200 kelas 20 ton, tetapi dengan dimensi yang disesuaikan dengan kapasitas yang lebih kecil. Komponen diproduksi didalam negeri sama dengan Excava 200 yang telah beroperasi di berbagai daerah di Indonesia.

Kehadiran Mini Excavator ini melengkapi Varian lainnya yang sudah dihasilkan oleh Pindad yakni Excava 200, Excava Breaker dan Excava Amphibious. Harga jual Pindad Excava SO sangat kompetitif dibandingkan dengan produk lain. Ke depan, kebutuhan Mini Excavator semakin meningkat untuk memenuhi permintaan berbagai industry, kebutuhan pembangunan infrastruktur yang saat ini gencar dilakukan, perkebunan serta kehutanan.

PT Pindad sebagai perseroan terbatas milik negara dibentuk pada tahun 1983. Perusahaan yang akar sejarahnya telah berdiri sejak masa kolonial Belanda itu, aktif memproduksi berbagai alutsista untuk kebutuhan TNI, dan juga telah mengekspor sejumlah produk unggulannya seperti amunisi, senjata dan kendaraan tempur ke pasar global.

PT Pindad selain menghasilkan alutsista juga memiliki Direktorat yang menghasilkan mesin industri dan alat berat seperti ekskavator, pengait rel kereta api, motor traksi, generator, traktor hingga crane kapal laut.

Heru Puryanto Direktur Bisnis Industrial, mengatakan Produk ini di tawarkan kisaran harga Rp 600 jutaan, dan sudah ada mau kerjasama permintaan dengan negara Suriname Amerika Latin.Tahun 2019 target Produksi 300 unit.

Selama ini Pindad telah Presentasi ke PUPR dan Pemerinah daerah di beberapa wilayah Sumatra, Jawa, Sulawesi menyambut baik dengan tipe ini. Bahkan di Pertambangan di Banyuasin Sumsel telah di gunakan untuk Tambang, mudah-mudahan produksi ini bisa bersaing, tambahnya Kita lagi menunggu sertifikasi product dan sertifikasi ahli, komponen produk ini 40 persen dari dalam negeri, bahan bakar solar ujar, Wijil GM divisi alat berat pindad. (Ice ITB BSD) Penulis: Janri Ginting.

Read 765 times