Friday, 22 March 2019 | Login
Foto | iti Masrifah memberikan advokasi dan mengajak masyarakat Foto | iti Masrifah memberikan advokasi dan mengajak masyarakat

Siti Masrifah : Toleransi Bukan Sekedar Menjadi Selogan Tetapi Nafas Dalam Kehidupan Bermasyarakat Featured

Tangerang, KBR | Indonesia adalah negara yang beraneka ragam (suku, bahasa, tradisi, adat istiadat, budaya). Kebebasan beragama pun menjadi hal yang di lindungi oleh Negara. Kebhinekaan telah disepakati sebagai harga mati bagi kelangsungan Negara ini, namun masih dibutuhkan komitmen yang kuat dari Negara untuk menjaganya, agar toleransi bukan sekedar menjadi selogan tetapi nafas dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.

Siti Masrifah berpesan kepada masyarakat Kabupaten Tangerang untuk terus merawat keberagaman dan kerukunan antar sesama.

“Persatuan dan kerukunan harus selalu di tunjukkan, nilai-nilai kesopanan, tenggang rasa, kesantunan, budi pekerti yang luhur. Mari kita bersama menjaga persatuan, menjaga persaudaraan, menjaga kerukunan (Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Watoniyah) semangat Islam harus sinergi dengan Nasionalisme (semangat kebangsaan),” kata Siti Masrifah.

Siti Masrifah menyampaikan hal itu dalam acara sosialisasi empat pilar kebangsaan (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI) yang di selenggarakan di Gedung UPT SKB (sanggar kegiatan belajar) Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, yang dihadiri 150 peserta terdiri dari masyarakat umum dan organisasi kemasyarakatan, Kamis (07/3/2019).

Siti Masrifah memberikan advokasi dan mengajak masyarakat untuk tetap memegang dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

“Hati-hatilah dalam menerima informasi lewat media sosial, budayakan tabayun. mari membangun rekonsiliasi kebaikan, bersatu hindari segala hal yang tidak produktif. Marilah kita jaga nilai-nilai toleransi, saling menghargai perbedaan tradisi, saling menghormati antar suku, antar umat beragama. Islam yang moderat, Islam yang mampu menghargai saudara kita yang lain” tuturnya.

Siti Masrifah mengatakan perbedaan yang ada di Indonesia adalah anugerah yang diberikan Allah SWT. Indonesia memiliki 714 suku dengan 1.100 bahasa daerah.

“Kita ini saudara sebangsa dan setanah air. Kita ini adalah anak-anak ibu pertiwi yang akan selalu menjaga, merawat, melestarikan dan mengukir sejarah yang ditorehkan para pahlawan, Kalau engkau bukanlah saudaraku dalam satu keyakinan, maka engkau tetaplah saudaraku dalam satu kebangsaan, “ sambungnya.

Di akhir acara, Siti Masrifah menegaskan pentingnya memasyarakatkan kembali kebhinnekaan, Pancasila serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya kepada seluruh masyarakat, dan mengembalikan masyarakat pada akar budaya dan jati dirinya sebagai bangsa Indonesia. Bila semua bersatu bersinergi, bahu membahu demi negeri ini, maka Indonesia akan menjadi negara yang kuat, Aman, dan maju dalam peradapan.” pungkasnya. (Red)

Read 21 times