Kemnaker Permudah Pengajuan Job Fair Lewat SIAPkerja
KORANBURUH.COM, JAKARTA – Pengajuan penyelenggaraan pameran kesempatan kerja (job fair) kini semakin mudah setelah Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperkuat fitur layanan pada platform SIAPkerja. Pembaruan ini dihadirkan untuk menyederhanakan proses pengajuan hingga penerbitan persetujuan dalam satu sistem digital yang terintegrasi.
Melalui laman jobfair.kemnaker.go.id, seluruh proses mulai dari pengajuan, verifikasi dokumen, hingga penerbitan surat rekomendasi atau persetujuan kini dapat dilakukan secara digital. Sistem ini dirancang agar proses berjalan lebih cepat, praktis, serta dapat dipantau secara real time.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) Kemnaker, Estiarty Haryani, mengatakan digitalisasi ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan layanan ketenagakerjaan yang lebih modern, transparan, dan efisien.
“Pengembangan ini membuat proses pengajuan job fair menjadi lebih terintegrasi, cepat, dan transparan,” ujar Estiarty dalam siaran pers Biro Humas Kemnaker, Selasa (9/6/2026).
Ia menjelaskan, layanan ini dapat dimanfaatkan oleh instansi pemerintah maupun penyelenggara swasta. Kemnaker juga mengimbau agar setiap penyelenggara mengajukan permohonan melalui dinas yang membidangi ketenagakerjaan di kabupaten/kota melalui platform SIAPkerja pada fitur job fair.
Selain itu, penyelenggara diharapkan dapat mengoptimalkan penggunaan fitur SIAPkerja dalam pelaksanaan job fair, baik secara daring maupun hibrida.
Kemnaker menegaskan, penguatan layanan digital ini diharapkan dapat memperlancar penyelenggaraan job fair sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap informasi kesempatan kerja di berbagai daerah.
"Mari manfaatkan layanan job fair untuk mendukung penyelenggaraan bursa kerja yang lebih efektif, transparan, dan modern,” ajaknya.
Sumber :Biro Humas Kemnaker
(Redaksi)
Merawat Akal Sehat Bangsa: GARANSI Sediakan Mimbar Digital untuk Kritik yang Berkelas
KORANBURUH.COM, JAKARTA – Di tengah derasnya arus informasi digital yang sering kali riuh namun minim substansi, masyarakat hari ini kian merindukan ruang diskusi yang jernih dan berbobot. Menjawab tantangan tersebut, Gerakan Transformasi Indonesia (GARANSI) hadir membawa angin segar melalui sebuah inisiatif berbasis edukasi publik.
Sebagai wadah perjuangan moral, intelektual, dan sosial, organisasi ini berkomitmen kuat untuk terus mendorong transformasi bangsa menuju Indonesia yang maju, adil, demokratis, dan bersih dari praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Langkah konkret ini akan diwujudkan lewat peluncuran Program Podcast Mingguan GARANSI bertajuk “Mimbar Digital IKI Transformasi” pada Jumat, 12 Juni 2026.
Forum diskusi berskala nasional ini dirancang sebagai wadah bagi masyarakat sipil untuk mendalami berbagai isu krusial yang tengah menyita perhatian publik. Melalui pendekatan yang santai namun mendalam, podcast ini diharapkan mampu mengurai kompleksitas persoalan hukum, penguatan demokrasi, kebijakan publik, tata kelola negara yang bersih, hingga perlindungan hak-hak masyarakat adat serta keadilan sosial di tanah air.
Ketua Umum GARANSI, Rudi Sembiring Meliala, mengutarakan bahwa program ini bukan sekadar ruang obrolan biasa, melainkan sebuah ikhtiar untuk menghadirkan dialog publik yang kritis, edukatif, objektif, dan solutif. Guna menjaga kualitas dan independensi diskusi, setiap episodenya akan menghadirkan satu hingga dua narasumber terpercaya.
“Mulai dari kalangan akademisi, pakar hukum, praktisi, tokoh agama, aktivis, jurnalis, hingga pemerhati kebijakan publik akan duduk bersama mengupas tuntas realita yang terjadi di masyarakat,” ujarnya, Kamis (4/6).
Menariknya, forum yang dijadwalkan tayang secara rutin setiap hari Jumat malam pukul 19.00 – 21.00 WIB via Zoom Meeting ini dikemas secara inklusif. Rudi Sembiring Meliala akan turun langsung bertindak sebagai moderator, memandu jalannya dialog interaktif yang mempertemukan para pakar dengan mahasiswa, relawan, tokoh masyarakat, serta publik luas. Dari sinilah kolaborasi gagasan diharapkan lahir, menciptakan efek bola salju bagi kesadaran hukum dan demokrasi di tingkat akar rumput.
Agar dampak edukasinya meluas dan tidak berhenti setelah ruang virtual ditutup, GARANSI telah menyiapkan strategi hilirisasi konten yang matang. Setiap episode dari target awal 12 episode selama tiga bulan pertama ini akan didokumentasikan dan dikembangkan ke dalam berbagai format publikasi modern. Masyarakat nantinya dapat menikmati rekaman video, video pendek, kutipan narasumber, ringkasan diskusi, serta catatan rekomendasi GARANSI terhadap isu nasional hingga artikel mendalam di situs resmi garansi.id yang siap menjadi referensi literasi digital.
Rudi Sembiring Meliala mengungkapkan bahwa untuk membangun sebuah mimbar digital yang konsisten dan berdampak luas tentu memerlukan sinergi serta dukungan dari berbagai pihak yang peduli pada masa depan bangsa. Oleh karena itu, GARANSI membuka ruang bagi para agensi, donatur, dan masyarakat luas yang ingin berpartisipasi memberikan dukungan moril maupun materil.
“Seluruh bantuan yang masuk akan dialokasikan secara profesional guna mendukung operasional teknis, mulai dari infrastruktur digital, proses produksi multimedia yang kreatif, hingga penyusunan rekomendasi kebijakan yang berdampak nyata,” ungkapnya.
Menutup keterangannya, Rudi Sembiring Meliala menegaskan bahwa transparansi dan akuntabilitas adalah pilar utama dalam pengelolaan program ini. Setiap kontribusi dari para kolaborator akan dicatat, dikelola secara bertanggung jawab, dan dilaporkan secara berkala dalam bentuk laporan kegiatan yang terbuka.
“Melalui “Mimbar Digital IKI Transformasi”, GARANSI mengajak seluruh elemen bangsa untuk tidak sekedar menjadi penonton, melainkan bagian dari motor penggerak menuju Indonesia yang lebih bersih, adil, dan berintegritas,” pungkasnya.
(Redaksi/ HS)
Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.


