Foto  | Forum BPD Prambon dan Sidoarjo Menemui Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo Foto | Forum BPD Prambon dan Sidoarjo Menemui Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo

Forum BPD Prambon dan Sidoarjo Peduli Dunia Pendidikan Featured

KoranBuruh, Sidoarjo - Forum BPD Prambon bersama forum BPD Kabupaten Sidoarjo menyampaikan aspirasi warga Kecamatan Prambon kepada ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo di rumah dinas Ketua DPRD, Jumat (26/7).

"Datang dari semangat kebersamaan dimulai BPD hanya dapat meminta hak saja tapi sekarang BPD mulai percaya kepada masyarakat dan masyarakat mengatakan BPD juga ikut memberikan sumbangsih tenaga kerja dan terkait yang berkaitan dengan pendidikan," ujar Sunandar Ketua Forum BPD Prambon usai bertemu.

Sunandar menjelaskan bahwa semestinya gedung SMA Negeri Prambon sudah ditentukan baik anggaran maupun perizinan pada tahun 2013 tapi batal karena ada beberapa hal yang tidak sinkron.

"Jumlah penduduk Prambon hampir 85.000 sudah memenuhi persyaratan dibandingkan dengan Kecamatan Tarik dan kecamatan. Jumlah penduduk di bawah 75.000 jiwa sudah ada di SMA Negeri. Kami yakin jika Pemerintah Kabupaten memperhatikan Ditahun depan Gedung SMA Negeri bisa terbangun di SILPA di tahun 2018 hanya 1.228 triliun, "kata Sunandar optimis.

Ketua Umum Forum BPD Sidoarjo Sigit Setiawan sangat mendukung warga Prambon karena sistem zonasi yang telah ditetapkan harus diimbangi dengan fasilitas yang memadai.

"Aspirasi ini harus didukung seluruh komponen masyarakat tidak hanya Forum BPD tetapi masyarakat luas," katanya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Forum BPD Winarno juga sangat mendukung dan meminta BPD sekecamatan Prambon segera menggalang tanda tangan warga 20 desa untuk menerima Gubernur Jawa Timur sebagai bentuk keseriusan tentang program pendidikan Gedung SMA Negeri segera terwujud.

Gus Wawan sebgai Ketua DPRD sangat menyambut baik dan senang mengucapkan terima kasih kepada Forum BPD yang sangat peduli terhadap aspirasi warga Prambon terkait pembangunan gedung SMA Negeri.

"Saya akan menindaklanjuti dengan membuat surat ke provinsi karena perlu izin lagi membangun SMA Negeri ada di provinsi bukan pemerintah kabupaten lagi," kata Gus Wawan. []

 

Read 1230 times