Tuesday, 20 October 2026 | Login
Sistem Antikorupsi Gagal Total? Akademisi dan Praktisi Hukum Diajak Merumuskan Perubahan

Sistem Antikorupsi Gagal Total? Akademisi dan Praktisi Hukum Diajak Merumuskan Perubahan Featured

KORANBURUH.COM, JAKARTA - Korupsi masih menjadi persoalan serius di Indonesia karena merusak kepercayaan publik, menghambat pembangunan, dan mengancam kesempatan masyarakat memperoleh pelayanan serta kesejahteraan yang lebih baik bersama.

Berdasarkan data Corruption Perceptions Index (CPI) 2025 dari Transparency International, Indonesia memperoleh skor 34 dari 100 dan berada di peringkat ke-109 dari 182 negara dalam CPI 2025. Skornya turun tiga poin dibandingkan tahun sebelumnya.  

Di tengah kondisi tersebut, pembenahan sistem pemberantasan korupsi menjadi sorotan melalui forum Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Transformasi Indonesia: Perbaikan Sistem Pemberantasan Korupsi” secara nasional yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Gerakan Transformasi Indonesia (GARANSI).

Rudi Sembiring Meliala, S.H., M.H., selaku Ketua Umum GARANSI, menyatakan bahwa Korupsi di Indonesia hari ini telah mengakar begitu dalam, merusak sendi-sendi kehidupan bernegara, dan mengancam masa depan bangsa dengan lahirnya siklus-siklus koruptor baru.

“Kondisi ini sudah mutlak dan layak disebut sebagai Darurat Korupsi karena unsur-unsurnya telah terpenuhi secara kasat mata,” tandas Rudi, Selasa (20/10/2026). 

Penyelenggaraan forum ini menjadi ruang bagi akademisi, praktisi hukum, pemerhati korupsi, dan tokoh masyarakat untuk menyampaikan kritik serta menawarkan solusi yang terukur dan realistis.

FGD akan berlangsung pada Minggu, 25 Oktober 2026, pukul 20.00–22.00 WIB melalui Zoom Meeting, dengan Natasya Paruntu sebagai host dan Rudi Sembiring Meliala, S.Th., M.H. sebagai pengantar diskusi utama.

Pemantik gagasan meliputi Prof. Dr. John Pieris, S.H., M.H., M.S., Dr. Fernando Silalahi, S.T., S.H., M.H., Elyza Zainudin, S.Th., M.H., Martin Boiliu, S.H., M.H., serta Maradona, S.H., M.H., yang berlatar belakang hukum dan akan menyampaikan pandangan kritis.

Diskusi mengusung pertanyaan mendasar tentang efektivitas sistem yang berjalan serta kebutuhan perbaikan menyeluruh, mulai dari pencegahan, penindakan, pengawasan, hingga pertanggungjawaban lembaga dan pejabat publik terkait.

Rudi menambahkan, jika kondisi ini dibiarkan tanpa tindakan radikal, ancaman terburuk di depan mata adalah kebangkrutan moral dan struktural secara permanen: ludesnya sumber daya alam tanpa kemakmuran bagi anak cucu, kesenjangan sosial serta kemiskinan struktural yang semakin melebar, hingga hilangnya kepercayaan total rakyat terhadap negara.

Sebagai wujud tanggung jawab moral dan konstitusional, Perkumpulan Gerakan Transformasi Indonesia (GARANSI) memandang perlu untuk mengambil peran strategis, salah satunya melalui forum diskusi seperti ini.

Setiap peserta berkesempatan menyampaikan ide, gagasan kritis, dan rumusan strategis secara langsung untuk memperkaya pembahasan serta mendorong langkah nyata dalam pemberantasan korupsi di Indonesia berkelanjutan.

Panitia membatasi peserta sebanyak 100 orang demi menjaga efektivitas diskusi. Pendaftaran dilakukan melalui Google Form. Calon peserta diimbau segera mendaftar sebelum kuota terpenuhi.

Peserta dapat bergabung dalam grup WhatsApp FGD Gerakan Transformasi Indonesia. Informasi: Sekretariat GARANSI, 0811980366; penyelenggara mengajak masyarakat menyumbangkan gagasan demi bangsa, Indonesia lebih baik.

(Redaksi)

Read 33 times