Saturday, 18 November 2017 | Login
Situs Properti No.1 di Indonesia

Situs Properti No.1 di Indonesia

Koran Buruh,Jakarta. 3 November 2015 – Industri properti menjadi industri yang diisukan melemah dari akhir tahun 2014, Harga properti yang terus melambung tinggi dalam jangka waktu tiga tahun belakangan, tingginya suku bunga KPR dan kondisi makro perekonomian menyebabkan gairah konsumen terhadap industri properti menurun secara perlahan. Rumah123.com sebagai situs properti nomor satu di Indonesia dan bagian dari iProperty Group kembali memaparkan hasil “Indonesia Properti Sentimen Survei H2 2015“ yang dilakukan melalui online guna mendapatkan hasil informasi terkini dunia properti di Portico, Senayan City Jakarta.

Industri Properti Indonesia di tahun 2016 diprediksikan akan terjadi peningkatan secara perlahan. Kenaikan harga akan tetap dipicu oleh maraknya pembangunan infrastruktur dan transportasi umum yang saat ini hampir berbanding lurus sehingga banyak konsumen akan kembali berinvestasi di sektor properti. Ignatius Untung, Country General Manager Rumah123.com mengatakan “Survei yang kami lakukan secara rutin ini, memang kami sajikan sebagai tolak ukur bagi masyarakat umum, investor, pembeli, penjual maupun pemilik properti baik warga lokal ataupun ekspatriat dengan data-data yang kami paparkan. Hasil survei semester dua menggambarkan adanya perbaikan daya beli dan keinginan memiliki properti dalam satu sampai dua tahun ke depan yang meningkat. Dengan survei yang ada, kita bisa lihat prediksi industri properti di tahun berikutnya”.

Prediksi satu sampai dua tahun mendatang, masyarakat muda antara usia 21-30 tahun akan memiliki keinginan tinggi untuk mendapatkan hunian pribadi. Fakta lain yang menarik adalah masyarakat Indonesia saat ini masih mencari lokasi tempat tinggal yang lebih baik. Menurut hasil sentimen survei, Tangerang Selatan, Depok dan Bogor adalah beberapa wilayah yang akan di lirik untuk daerah Jabodetabek, namun Jakarta Selatan tetap menjadi idaman utama untuk di wilayah Jakarta. Selain itu, kota-kota besar seperti Bandung, Yogyakarta, Medan, Palembang menjadi pilihan masyarakat Indonesia dikarenakan dianggap sudah memiliki infrastruktur yang cukup baik. Masyarakat Indonesia juga masih menunggu realisasi dari program Satu Juta Rumah oleh pemerintah Jokowi. Terlihat dari hasil survei (72%) Masyarakat Indonesia mengetahui dan mengharapkan kelanjutan dari program pemerintah ini.

Suku bunga KPR kembali menjadi faktor utama yang dianggap responden dapat mengancam pertumbuhan properti (35%) dan faktor paling berpergaruh bagi konsumen dalam memilih bank penyedia KPR (66%), Terungkap juga bahwa 70% dari total responden masih akan mencari pinjaman melalui KPR saat melakukan pembelian properti.

Responden secara umum belum menunjukkan keinginan yang tinggi untuk melakukan pembelian properti di luar negeri, namun hasil sentiment survei semester ini menunjukkan kenaikan ketertarikan yang cukup signifikan (9% ke 32%) total responden yang tertarik membeli properti di luar negeri dengan Singapura, Australia dan Malaysia menjadi 3 negara tujuan utama.

iProperty Group dan Rumah123.com selain mendukung industri properti dengan hasil sentimen survei juga berinovasi dengan memperkenalkan kembali VR123 sebagai produk inovatif untuk memudahkan pengembang properti Indonesia menggambarkan show unit mereka kepada konsumen dimanapun dan kapanpun. Produk ini akan menjangkau lebih banyak konsumen karena memberikan pengalaman 3D virtual reality terutama potensi lapisan masyarakat usia muda yang selalu tertarik dengan gadget/ produk teknologi terbaru.

Teknologi VR123 ini diyakini akan membantu industri properti untuk lebih berkembang bersama dengan Rumah123.com di Indonesia “Kami terus berinovasi untuk memberikan pengalaman yang terbaik untuk pengiklan maupun pencari properti. Dengan adanya teknologi VR123 ini kami berharap bisa membantu rekan-rekan kami untuk maju berkembang bersama di Industri Properti”,tambah Ignatius Untung.
- See more at: http://koranburuh.com/index.php/teknologi/item/1113-situs-properti-no-1-di-indonesia#sthash.5A1xkTWX.dpuf

000