Deputi Pemberantasan Narkoba BNN Irjen Pol Arman Depari Sosialisasi Prefentif Narkoba pada Group Maskapai Garuda Indonesia, Soeta (18/4). Deputi Pemberantasan Narkoba BNN Irjen Pol Arman Depari Sosialisasi Prefentif Narkoba pada Group Maskapai Garuda Indonesia, Soeta (18/4).

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari Sosialisasi Tindakan Prefentif Pada Maskapai Garuda Indonesia Featured

KBR  TangerangKejahatan Narkotika di Indonesia masih terus berkembang meski ditengah gencarnya upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional, Irjen Pol Arman Depari, menilai perlu adanya kerjasama yang luas antar berbagai pihak dalam menekan jumlah narkotika yang masuk ke Indonesia. “90% narkotika yang beredar di Indoneaia asalnya dari luar negeri” Ucap Arman.

Arman Depari berpendapat tingginya minat sindikat mengedarkan Narkotika ke Indoneaia dipicu dengan angka jumlah penyalahguna yang cukup tinggi. “Harga emas pergram 580 ribu, harga sabu anda tau berapa? 1,5 juta per gram” Ujar Arman tegas.

Menurutnya ini menjadikan negara Indonesia sebagai pangsa pasar yang bagus bagi sindikat. Mereka tak lagi takut akan hukuman mati. Mereka lebih takut jika kehilangan pasar produktif seperti Indonesia.

Arman pun menyinggung kerugian yang dialami negara akibat penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. “Negara mengalami kerugian sebesar 86,4 T pertahun akibat narkoba.

Bandingkan dengan proyek MRT yang memakan biaya 56 T.Kita bisa buat ada MRT disetiap daerah”, pungkas Arman. UNODC menetapkan sebuah negara dapat dikatakan darurat narkoba apabila presentase penyalahguna Narkobanya lebih dari 2%. Di tahun 2017, prevalensi penyalahgunaan narkoba diIndonesia pernah menyentuh angka 2, 24%, meski akhirnya dapat ditekan hingga 1,17%. Artinya Indonesia pernah berada pada kondisi “Darurat Narkoba”.

Arman Depari sampaikan saat menghadiri Sosialisasi Tindakan Prefentif Peredaran narkoba yang diselenggarakan oleh PT Citilink di Kantor Garuda Indonesia Group, Bandara Soekarno Hatta, Selasa (16/4). Arman memberikan apresiasi kepada Citilink sebagai maskapai yang paling aktif mendukung pemerintah dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Narkoba.

Menurut Arman, peran maskapai penerbangan amat penting dalam upaya P4GN, terutama dibidang interdiksi pengamanan jalur transportasi udara*.(ff)

Editor : Janri

Read 6958 times