Thursday, 21 November 2019 | Login
Bukber dan Santunan Bersama Media Otoritas, Organisasi  Pers,  dan Lembaga Pemerintah Bukber dan Santunan Bersama Media Otoritas, Organisasi Pers, dan Lembaga Pemerintah

Jalin Silaturrahmi Media Adakan Bukber dan Santunan

KBR  JAKARTA - Bersama Kita Jaga Kepedulian dan Jalin Silaturahmi Antar Sesama, menjadi tajuk utama dalam sebuah acara buka puasa bersama yang di selenggarakan oleh Jajaran Pengurus Media OTORITAS.

Acara yang dilaksanakan sekira pukul 18.30 WIB di Gedung SKKT Karang Taruna, Jalan Laksa 2, Kelurahan Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat, Sabtu (1/6/2019) dihadiri oleh Tokoh Masyarakat, Karang Taruna Unit RW.01-08, Pengurus RW.02 Jembatan Lima, Perwakilan Media, Organisasi Pers, LSM juga Intansi Pemerintah.

Pimpinan Media Otoritas Andi M.Nirwansyah, mengatakan, bahwa giat yang kita adakan ini adalah bentuk dari kepedulian kita sebagai pelaku media yang juga bertujuan untuk bisa saling menjalin sikaturahni antar media kepada masyarakat setempat.

"Intinya kami ada karena masyarakat, begitu pun sebaliknya, khususnya di bulan suci yang penuh berkah ini, kiranya kita semua berupaya untuk bisa saling bersilaturahmi dan juga berbagi bersama masyarakat," ungkap Andi M.Nirwansyah.

Sebelumnya, informasi yang didapat Media ini, acara pagelaran yang diadakan oleh Media OTORITAS meliputi Dialog Ramadhan/Kewirausahaan Syariah yang disampaikan oleh Kokolim Online, Ustad Wisnu, Motivator Enterpreaneur oleh Ustad Firdaus atau Dosen Trisakti.

Selanjutnya, Diskusi Media yang dipandu oleh Wakil Ketua Umum Media Online Indonesia (MOI), Siraman Rohani yang disampaikan oleh Ustar Askar Al Bantani, dan juga Quiz Ramadhan di pandu oleh Toni Flamingo.

Dalam Tausiyahnya, H.Arief Muhamad Arief menyampaikan ulasan tentang hikmahnya bulan puasa di bulan suci Ramadhan dan juga keutamaan dalam nenjalankan puasa selama 30 hari penuh.

"Orang-orang Yahudi pernah bertanya kepada Nabi Muhammad, Kenapa Puasa 30 Hari," kata Ustad H.M.Arief Kemudian Nabi Muhammad menjawab, lanjut Ustad H.M.Arief, karena Nabi Adam 30 hari 30 malam menelan buah quldi dan selama 30 menyangkut ditenggorokan, maka diwajibkan umat Muslim berpuasa selama 30 hari.

"Agar kita semua umat muslim dapat merasakan apa yang seperti Nabi Adam rasakan saat itu, dan puasa di bulan ramadhan juga dihancurkan oleh Allah barang haram yang kita makan jadi halal," terangnya.

Ustad H.M.Arief juga menyampaikan, bahwa berpuasa pada bulan suci ramadhan, tentunya kasih sayang dengan Allah akan semakin dekat, maka dikabulkan segala doa, dan amalan pun dilipatgandakan berkali-kali lipat.

"Terutama di hari kiamat, di padang Mahsyar tidak akan kehausan, terhindar dari siksa kubur, Allah akan berikan cahaya melewati jembatan sirotol Mustaqim, Janji Allah akan masuk Surga," ungkapnya.

Diakhir Tausiyahnya, Ustad H.Muhama Arie juga menyampaikan, semoga di Indonesia ini, kita semua diberikan kasih sayang oleh Allah SWT, dan juga semoga ngeri kita yang kita cintai yakni Indonesia menjadi Negeri yang selalu aman, tentram dan juga damai.

Editor : Heri Tambora

Read 362 times